Diposkan pada catatan harian

VCT Batch 6, angin segar di tengah cekaman Covid 19

Virtual Coordinator Training (VCT)kini akan hadir kembali. Pelatihan yang diselenggarakan oleh Disdik Jabar dan Tikomdik Jabar yang bekerja sama dengan Seameo Seamolec untuk melawan kegaptekan ini kehadirannya kembali menjadi angin segar bagi para guru di tengah kegalauan akibat cekaman Covid 19.

Adanya Covid 19 memaksa pemerintah untuk meliburkan sekolah, juga memaksa semua orang untuk tinggal #dirumahsaja. Keharusan WFH (Work From Home)memaksa para guru untuk melakukan pembelajaran secara daring atau dalam jaringan. Di satu sisi, hal ini tentu menyenangkan karena bisa bekerja tanpa meninggalkan keluarga, tanpa mengeluarkan biaya transportasi, bisa sambil mengurus anak, atau sambil mengurus orang tua yang sakit. Namun di sisi lain, hal ini menjadi masalah tersendiri, menjadi kebingungan dan kesulitan tersendiri, terutama bagi mereka yang kurang tanggap terhadap teknologi (gagap teknologi/gaptek)

Kenyataan bahwa masih banyak guru yang gaptek ini tak bisa dipungkiri. Banyak sekali keluhan terkait pembelajaran daring yang harus dilakukan saat Work From Home. Menyikapi hal ini, Dinas Pendidikan Prov. Jawa Barat dan Tikomdik Jabar bekerja sama dengan Seameo Seamolec menyelenggarakan program pelatihan bagi para guru secara daring yang dinamakan Virtual Coordinator Training (VCT)yang sekarang sudah memasuki batch 6. Tujuannya adalah untuk melatih para guru agar tanggap terhadap teknologi terutama teknologi dalam pembelajaran atau teknologi yang dapat digunakan sebagai inovasi pembelajaran.

Tentunya kegiatan VCT ini selain bisa mengubah guru dari gagap teknologi menjadi melek teknologi, juga bisa membuat waktu kita saat lockdown seperti sekarang ini tetap dapat diefektifkan untuk kegiatan mengajar juga untuk belajar. Pelatihannya dilakukan di rumah sehingga bisa menjadi obat gabut saat harus #dirumahsaja seperti sekarang ini.

Nah, akhirnya saya ingin mengajak teman-teman pendidik dan tenaga kependidikan untuk bergabung dan menjadi bagian dari VCT batch 6 ini. Sebab sejatinya teknologi itu bukan hanya milik ahli IT saja, bukan hanya guru TI yang harus bisa menggunakan teknologi, tetapi kita semua para guru, para pendidik, sebagai agent of change alias agen perubahan, tentunya harus menguasai teknologi agar tidak tertinggal zaman, agar bisa menyesuaikan dengan perubahan zaman, termasuk dalam kegiatan belajar mengajar kita harus mampu melakukan inovasi pembelajaran.

Diposkan pada catatan harian

Teks Editorial

Kali ini saya akan membahas tentang teks editorial. Teks editorial merupakan salah satu rubrik yang ada di media massa atau di media cetak seperti di koran, majalah, atau di buletin. Editorial biasanya sebuah cara untuk merespon suatu isu atau permasalahan dan memberikan tawaran solusi di akhir teks. Bahasa yang digunakan adalah bahasa yang lugas.

Setiap hari redaktur selalu membuat artikel yang menyoroti berita aktual yang sedang terjadi. Pembahasan dalam artikel tersebut biasanya disertai kritik dan saran terhadap peristiwa aktual yang sedang terjadi. Dengan membaca editorial kita tidak hanya sekedar tahu peristiwa yang sedang terjadi seperti saat kita membaca berita, namun dengan membaca editorial pun kita akan lebih memahami dan bisa bersikap kritis. Hal ini karena di dalam editorial ada pendapat- pendapat penulis (redaksi) yang bisa memperjelas pemahaman kita tentang peristiwa atau keadaan yang menjadi ulasannya. Editorial dalam suatu media cetak biasanya ada dalam rubrik yang sama, yakni rubrik opini. Di dalam rubrik ini terdapat editorial, artikel, dan surat pembaca. Ketiga ragam opini ini biasanya berada di bagian tengah surat kabar atau majalah.

Permasalahan yang dibahas dalam editorial adalah permasalahan yang berkaitan dengan peristiwa yang sedang hangat dibicarakan atau aktual, fenomenal, dan kontroversial. Di dalamnya terkandung fakta peristiwa sebagai bahan berita. Peristiwa yang dipastikan akan dijadikan sebagai bahan berita dalam editorial dianalisis untuk menghasilkan sebuah persepsi redaksi. Biasanya persepsi didasari oleh berbagai dimensi masalah. Agar persepsi ini memiliki nilai opini yang bermutu tinggi, redaksi akan menunjukkan berbagai argumentasi. Bersandar pada argumentasi inilah sebuah editorial diuji mutunya. Jika dipandang sudah mencukupi, redaksi akan memberikan rekomendasi untuk solusinya.

Dilihat dari isinya editorial yang bersifat ekspositoris berisi tesis atau pernyataan umum, diikuti oleh argumentasi-argumentasi secukupnya, dan diakhiri dengan penegasan ulang argumentasi-argumentasi tersebut. Ketiga unsur tersebut dalam editorial wajib hadir.

Teks pada blog ini saya buat dengan teknologi speech to text yang kemudian saya ubah kembali menjadi text to speech dengan vocalizer Indonesia. Untuk melihat bagaimana pembuatannya bisa diklik Di sini

Diposkan pada catatan harian

Tentang Virtual Coordinator Training bagi Guru

Virtual coordinator?Apakah itu?

Jadi ceritanya baru-baru ini saya mengikuti apa yang disebut virtual coordinator bagi guru. Sebenarnya ini sedikit terlambat sebab virtual coordinator yang saya ikuti sudah masuk batch 5, artinya orang lain mungkin sudah mengikuti program ini setahun yang lalu.

Saya mengikuti program ini juga informasi awalnya dari kepala sekolah tempat saya mengajar. Saya diperintahkan untuk mengikuti program ini waktu VCT batch 4 dibuka, tetapi karena saya agak(banyak)pelupa 😁🙄 jadi kelewat waktu pendaftarannya makanya baru bisa gabung di Virtual Coordinator Batch 5.

Lalu apa sih virtual coordinator itu? Kita kembali ke pertanyaan awal sebelum berbicara panjang kali lebar di sini. Jadi virtual coordinator ini adalah sebuah program pelatihan daring bagi guru Indonesia yang diselenggarakan oleh dinas pendidikan bekerja sama dengan Seamo Seamolec.

Di pelatihan daring ini kami peserta VCT belajar melalui video conference dengan webex meeting. Dengan menggunakan webex meeting pula kami bergantian menjadi host, moderator, dan presenter (pemateri) sehingga dapat berbagi ilmu dengan peserta lain. Untuk mempromosikan acara yang kami buat di room webex meeting, kami diminta untuk membuat digital flyer-nya. Pada digital flyer tersebut harus dicantumkan link room meeting yang kami buat (link-nya berupa shorten link), juga harus dibuat QR code dari link tersebut. Pada saat menjadi host, kami harus membuat presensi online untuk diisi peserta yang hadir mengikuti meeting yang kami buat. Seluruh proses meeting harus direkam menggunakan aplikasi perekam layar yang nantinya videonya harus diunggah ke youtube.

Selain itu, kami juga ditugaskan untuk membuat video presentasi dengan rekam layar yang juga nantinya harus diunggah ke youtube. Oh ya, ada tugas tambahan juga berupa review dua konten di rumah belajar menggunakan teknologi STT (Speech to Text)dan diubah lagi menjadi suara dengan teknologi TTS (Text to Speech)yang, pun, kesemua prosesnya harus direkam layar dan hasilnya diunggah ke youtube.

Semua tugas tersebut harus dimasukkan ke kantong tugas yang ada di e-training seamolec. Apabila berhasil menyelesaikan semua tugas tersebut dan mengikuti pelatihan minimal sepuluh pertemuan maka kita akan mendapatkan sertifikat dengan nilai 40 JP. Uwaaww lumayan kan bagi para pemburu sertifikat😁😁 eh para pemburu ilmu 🤓

Bukan hanya tentang sertifikat dan ilmu yang didapat, keikutsertaan dalam virtual coordinator ini juga akan membuka kesempatan-kesempatan lain bagi kita, para guru yang haus akan ilmu dan kesempatan, misalnya kesempatan mengikuti acara-acara atau pelatihan-pelatihan seamolec yang lain, daring maupun luring. Semoga saja saya mendapat kesempatan yang bagus dari seamolec, pelatihan luring di luar negeri misalnya, atau berkunjung ke kantor google di Amerika juga boleh banget 😁😁 mari aminkan bersama.

Terakhir, virtual coordinator ini dapat membuka cakrawala kita sebagai guru. Tentunya untuk dapat membelajarkan siswa dengan baik kita pun harus tidak hentinya belajar. Terlebih dalam menghadapi persaingan global seperti sekarang, siswa dituntut untuk memiliki segenap kecakapan abad 21 yang salah satunya adalah harus ”melek” teknologi. Kalau siswanya harus melek teknologi, lah masa iya gurunya gagap teknologi?Nah, maka, mengikuti virtual coordinator ini dapat menghindarkan kita dari istilah gagap teknologi tersebut.

Demi mencerdaskan anak bangsa, kita harus lebih dulu menjadi guru yang cerdas dan mampu menyesuaikan dengan kemajuan zaman.

Diposkan pada Uncategorized

Review Rumah Belajar

Kegiatan literasi selama ini identik dengan aktivitas membaca dan menulis. Namun, deklarasi Praha pada tahun 2003 menyebutkan bahwa literasi juga mencakup bagaimana seseorang berkomunikasi dalam masyarakat literasi juga bermakna praktik dan hubungan sosial yang terkait dengan pengetahuan bahasa dan budaya Unesco, 2003). UNESCO itu juga menyebutkan bahwa literasi informasi terkait pula dengan kemampuan untuk mengidentifikasi, menentukan, menemukan, mengevaluasi, menciptakan secara efektif dan terorganisasi, menggunakan, dan mengomunikasikan informasi untuk mengatasi berbagai persoalan. Kemampuan-kemampuan tersebut perlu dimiliki setiap individu sebagai syarat untuk berpartisipasi dalam masyarakat informasi dan itu bagian dari hak dasar manusia menyangkut pembelajaran sepanjang hayat. Dari sisi istilah, kata literasi berasal dari bahasa Latin yaitu literatus yang setara dengan kata letter dalam bahasa Inggris yang merujuk pada makna kemampuan membaca dan menulis. Adapun literasi dimaknai kemampuan membaca dan menulis yang kemudian berkembang menjadi kemampuan menguasai pengetahuan bidang tertentu. Untuk merujuk pada orang yang mempunyai kemampuan tersebut digunakan istilah literet atau dari kata literate yang dapat dimaknai berpendidikan, berpendidikan baik, membaca baik, sarjana, terpelajar, bersekolah, berpengetahuan, intelektual, intelijen, terpelajar, terdidik, berbudaya, kaya informasi, dan canggih. Di Indonesia, pada awalnya literasi dimaknai sebagai keberaksaraan dan selanjutnya dimaknai melek atau keterpahaman. Langkah awal melek baca dan tulis ditekankan karena kedua keterampilan berbahasa ini merupakan dasar bagi pengembangan melek dalam berbagai hal. Pemahaman literasi pada akhirnya tidak hanya merambah pada masalah baca tulis saja bahkan sampai pada tahap multiliterasi. Dalam undang-undang nomor 3 tahun 2017 tentang sistem perbukuan, literasi dimaknai sebagai kemampuan untuk memaknai informasi secara kritis sehingga setiap orang dapat mengakses ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai upaya dalam meningkatkan kualitas hidupnya. Menurut World Economic Forum tahun 2016, peserta didik memerlukan 16 keterampilan agar mampu bertahan di abad 21 yakni pondasi literasi atau literasi dasar yaitu bagaimana peserta didik menerapkan keterampilan berliterasi untuk kehidupan sehari-hari, kompetensi yaitu bagaimana peserta didik menyikapi tantangan yang kompleks, dan karakter yaitu bagaimana peserta didik menyikapi perubahan lingkungan mereka.
Nah itu adalah konsep dasar tentang literasi yang saya baca di buku e-book tentang literasi yaitu buku panduan gerakan literasi sekolah yang dimuat di Rumah Belajar Di dalam buku ini juga terdapat banyak sekali hal terkait dengan literasi di antaranya tentang apa saja sih kecakapan abad 21 itu yang harus dimiliki oleh siswa yang diantaranya adalah literasi baca tulis, numerasi, literasi, sains, literasi digital, literasi finansial, literasi budaya dan Kewarganegaraan, berpikir kritis dan pemecahan masalah, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, keingintahuan, inisiatif, ketekunan, penyesuaian diri, kepemimpinan, dan kepekaan sosial dan budaya. Hal tersebut adalah kecakapan abad 21 yang ditulis di dalam buku panduan gerakan literasi sekolah yang ada di rumah belajar.Id. Selain itu, di dalam buku ini juga terdapat bagaimana kita sebagai guru harus mengembangkan gerakan literasi sekolah juga apa saja komponen-komponen literasi kemudian ihwal tentang literasi di sekolah, prinsip-prinsip literasi sekolah yang diantaranya bahwa literasi harus terintegrasi dengan kurikulum. Kemudian bahwa kegiatan membaca dan menulis harus bisa dilakukan kapan pun dan di mana pun juga bahwa kegiatan literasi harus bersifat berimbang. Kegiatan literasi ini juga harus mengembangkan budaya lisan. Di dalam buku ini sangat lengkap karena juga disertai dengan strategi membangun budaya literasi di sekolah. Jelas, buku ini sangat bagus untuk dibaca oleh kita sebagai stakeholder pendidikan untuk mengembangkan literasi di sekolah yang memang sudah diprogramkan oleh pemerintah.
Nah, apabila teman-teman semua ingin mengetahui bagaimana literasi sekolah itu dan bagaimana strategi untuk mengembangkan literasi sekolah maka silakan untuk membaca buku ini di rumahbelajar.id pada link berikut

Selain tentang budaya literasi, di dalam Rumah Belajar ini saya juga membaca sebuah buku tentang perundungan atau bullying dengan judul stop perundungan. Perundungan atau bullying adalah hal yang banyak terjadi baik di kalangan anak-anak, remaja, bahkan dewasa. Sadar atau tidak sadar, kita pun barangkali pernah menjadi korban ataupun pelaku perundungan. Perundungan itu sendiri tidak hanya terjadi di dunia nyata tetapi juga di dunia maya. Bukan hanya tindakan seperti memukul, mendorong, menjitak, menjauhi, tetapi juga ucapan kasar, mengejek, membicarakan aib, bahkan memandang dengan pandangan merendahkan juga termasuk perilaku merundung. Buku dengan judul stop perundungan ini sangat bagus untuk dibaca baik oleh remaja maupun dewasa. Di dalamnya membicarakan tentang apa, siapa, dan bagaimana saja bentuk-bentuk perundungan itu juga terkait hal hal bagaimana supaya kita bisa menghindari diri dari perundungan serta apa tindakan kita apabila menjadi korban perundungan agar tidak menjadi down kemudian juga agar kita tidak menjadi orang yang merundung orang lain.
Mengenai perundungan ini saya memiliki pengalaman waktu sekolah dasar dimana seorang teman saya, perempuan, mari kita sebut saja namanya Mawar, yang mengalami perundungan oleh teman-teman laki-laki di kelas. Jadi waktu itu teman laki-laki di kelas selalu merundung Mawar dengan mengatainya bau dan juga memukulinya. Setiap anak laki-laki akan bergantian untuk memukuli Mawar dan saya sebagai teman perempuan kemudian merasa khawatir terhadap apa yang dialami oleh Mawar. Maka kemudian saya mengambil tindakan untuk mencoba membela Mawar dengan cara saya akan membalas pukulan yang diterima oleh Mawar. Jadi, kalau seorang anak laki-laki memukul Mawar maka saya akan memukul anak laki-laki tersebut untuk membalas mawar. Nah, hal itu mengakibatkan saya juga menjadi dimusuhi oleh anak laki-laki dan kemudian mengakibatkan saya sendiri harus berkelahi dengan anak laki-laki setiap hari. Pengalaman ini kemudian membuat saya ingin belajar beladiri sehingga di kemudian hari saya mempelajari beladiri dengan alasan agar saya tidak mengalami perundungan dan menurut saya belajar bela diri itu penting juga agar kita bisa membela orang lain yang menjadi korban perundungan.
Jadi benar sekali apa yang dikatakan di dalam buku tersebut bahwa perundungan itu bisa menimbulkan efek positif seperti seorang mempelajari beladiri juga memberikan efek negatif yaitu membuat seseorang menjadi tidak percaya diri. Nah, buku tentang perundungan ini penting sekali dibaca oleh kita sebagai guru juga oleh remaja dan anak-anak agar tidak menjadi pelaku juga agar tidak menjadi korban perundungan untuk lebih jelasnya bisa dibaca di link berikut

Tulisan ini saya buat dengan teknologi Speech to Text (STT) yang proses pembuatannya dapat dilihat di chanel youtube saya, untuk menontonnya teman-teman silakan klik di sini

Selain itu, saya juga mengubah kembali tulisan ini dari bentuk tulisan menjadi suara dengan teknologi Text to Speech (TTS) menggunakan aplikasi Balabolka yang sudah memakai SAPI 5 dengan vocalizer Damayanti. Untuk melihat proses pembuatannya teman-teman dapat menontonnya di sini aja dan apabila hanya ingin mendengarkannya saja, tidak ingin membaca atau menonton, teman-teman dapat mendengarkan versi MP3-nya di sini

Diposkan pada Resensi, Review Buku, Review Rumah Belajar

Perundungan, saatnya kita berhenti

Perundungan atau bullying adalah hal mengkhawatirkan yang banyak terjadi baik di kalangan anak-anak, remaja, bahkan dewasa. Sadar atau tidak sadar kita pun barangkali pernah menjadi korban ataupun pelaku perundungan.

Perundungan itu sendiri tidak hanya terjadi di dunia nyata, tetapi juga di dunia maya. Bukan hanya tindakan seperti memukul, mendorong, menjitak, menjauhi, tetapi juga ucapan kasar, mengejek, membicarakan aib, bahkan memandang dengan pandangan merendahkan juga termasuk perilaku merundung.

Hari ini saya membaca salah satu konten di http://rumahbelajar.id yaitu e-book dengan judul Stop Perundungan. Isi buku tersebut sangat bagus untuk dibaca baik oleh remaja maupun dewasa. Di dalamnya membicarakan tentang apa,siapa,dan bagaimana perundungan itu, juga hal-hal terkait bagaimana supaya kita bisa menghindarkan diri dari perundungan, serta apa tindakan kita apabila menjadi korban perundungan agar tidak menjadi down kemudian juga agar kita tidak menjadi orang yang merundung orang lain.

Isi buku ini mengingatkan saya pada masa kecil. Waktu itu perundungan atau bullying bukan sesuatu yang viral atau yang hangat dibicarakan. Barangkali saya juga waktu itu tidak sadar bahwa itu adalah perundungan, hanya saja sebenarnya perundungan ini tentu sudah terjadi sejak lama, sejak zaman dulu, bahkan sejak kata perundungan itu sendiri belum tercipta. Ceritanya waktu di sekolah dasar, saya memiliki seorang teman, mari kita sebut saja namanya Mawar. Mawar selalu dirundung oleh teman-teman laki-laki di kelas saya. Teman-teman laki-laki itu selalu mengatakan bahwa Si Mawar itu bau sehingga mereka merundungnya dengan cara menghina bahkan memukulinya. Saya selalu melihat setiap hari Mawar dipukuli. Setiap anak laki-laki akan bergantian memukulnya, mereka akan sengaja lewat di dekat tempat duduk Mawar dan kemudian memukulnya. Mawar juga akan semakin dipukuli kalau dia melaporkan hal itu kepada orangtua. Hal itu sudah terjadi sejak kami kelas 4 SD. Waktu itu saya merasa kasihan kepada Mawar karena selalu dirundung. Sebagai sesama perempuan, akhirnya waktu itu saya mengambil tindakan yaitu dengan berusaha melawan mereka, melawan anak laki-laki itu. Jadi kalau mereka memukul Si Mawar, saya akan mencoba membalasnya dengan memukul si anak laki-laki yang memukul Mawar tadi. Nah tindakan saya itu mengakibatkan saya sendiri bahkan semua anak perempuan juga ikut-ikutan dimusuhi oleh anak laki-laki, sehingga di kelas itu menjadi terbagi dua kubu, kubu laki-laki dan kubu perempuan. Saya sendiri waktu itu sampai rasanya ingin sekali pindah sekolah karena capek setiap hari harus berkelahi dengan anak laki-laki membela Mawar juga membela teman-teman perempuan yang lain. Semua itu terjadi sejak kelas 4 hingga kelas 6. Setiap hari saya berkelahi dengan anak laki-laki dan kejadian pada masa SD ini kemudian menjadi alasan saya untuk belajar bela diri. Alasannya karena saya merasa bahwa belajar bela diri itu penting bagi perempuan juga bagi siapapun agar tidak mengalami perundungan atau agar kita bisa membela orang lain yang menjadi korban perundungan.

Jadi benar sekali apa yang dikatakan di dalam buku di http://rumahbelajar.id tersebut bahwa perundungan itu bisa menimbulkan efek positif seperti menjadi ingin mempelajari bela diri atau meningkatkan diri agar tidak dirundung, juga bisa menimbulkan efek negatif di mana mungkin seseorang kemudian menjadi kehilangan percaya diri dan merasa putus asa.

Nah, apabila teman-teman semua ingin tahu lebih jauh all about bullying, juga agar memiliki pengetahuan agar kita tidak menjadi korban juga pelaku bullying alias perundungan, teman-teman bisa membacanya di http://rumahbelajar.id atau lebih tepatnya pada tautan berikut Stop Perundungan

Diposkan pada BPN30dayChallenge2018, Uncategorized, Writting Challenge

5 Tips Hidup Sehat

5 TIPS HIDUP SEHAT

Setiap orang tentu mendambakan hidup sehat. Memangnya siapa yang ingin sakit? Tidak mungkin ada. Kesehatan adalah rezeki tersendiri, anugerah yang kadang dilupakan orang sebagai rezeki. Kebanyakan orang beranggapan bahwa rezeki itu melulu tentang uang, harta kekayaan, atau makanan, padahal kesehatan juga adalah rezeki yang tak ternilai harganya. Sebab kalaupun punya banyak harta, mampu membeli makanan enak, jika tubuhnya sakit, maka tak akan bisa menikmati semua harta kekayaan itu. Harta pun akan habis untuk membeli sehat. Nah, maka dari itu kita sangat perlu menjaga kesehatan agar tubuh kita terjaga dari penyakit. Untuk menjaga kesehatan itu kita bisa melakukannya dengan cara-cara sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Minum air putih

Minum air putih adalah hal yang sangat penting untuk tubuh terutama untuk kesehatan ginjal. Konon katanya tubuh kita memerlukan asupan air putih atau air mineral yang cukup banyak. Pagi hari saat bangun tidur sebaiknya kita minum air putih hangat. Apalagi setelah makan, sebaiknya tidak minum apapun selain air putih atau air mineral. Untuk hal ini saya sudah membiasakan diri mau makan di manapun, di restoran atau di foodcourt manapun (kecuali di PH sih) 😁, saya selalu memesan air mineral untuk minumannya.

Tidur yang cukup

Maafkan acting tidur gue yang keliatan palsu, haha

Begadang jangan begadang, kalau tiada artinya,, begitu kata Bang Haji Roma. Memang benar kata bang haji sebaiknya kita tidak boleh begadang sebab tubuh membutuhkan istirahat yang cukup. Menurut pakar kesehatan setidaknya kita harus tidur minimal 8 jam per hari. Apalagi katanya bagian tubuh memiliki jam istirahat tersendiri yang pada jam tersebut kita harus istirahat. Misalnya untuk kesehatan jantung pada pukul 11 malam kita harus sudah tidur. Lagipula tidur yang cukup pada malam hari akan membuat kita fresh dan bugar pada siang hari.

Sarapan

Nah, salah satu hal yang sangat penting menurut saya adalah sarapan. Kalau saya sendiri sih badan akan jadi lemas, loyo, dan pusing jika beraktivitas tanpa sarapan. Menurut sebuah studi, kadar kolesterol jahat (LDL) pada wanita sehat yang tidak sarapan cenderung lebih tinggi dibandingkan mereka yang sarapan. Mereka yang membiasakan diri untuk sarapan juga cenderung mengonsumsi lebih sedikit kalori dibandingkan mereka yang melewatkan sarapan. Dengan demikian, sarapan membantu melindungi tubuh dari penyakit. Kebiasaan sarapan pagi juga bisa membuat kalian lebih fokus dan produktif dalam mengerjakan pekerjaan di kantor ataupun sekolah karena perut sudah diisi. Jika kalian tidak sarapan pagi, kemungkinan daya pikir kalian bisa menurun. Selain itu, katanya sarapan pagi juga dapat membantu menurunkan berat badan loh. Penelitian menunjukkan bahwa sarapan pagi dengan menu yang sehat dapat membantu menurunkan berat badan. Dengan sarapan, kalian tidak akan terlalu lapar pada siang hari, sehingga keinginan untuk mengonsumsi makanan berlebihan pada saat makan siang dapat terhindarkan. Ketika kalian melewatkan sarapan pagi, maka akan lebih mudah untuk tergoda mengonsumsi makanan lain yang tinggi kalori namun tidak mengenyangkan. Tidak sarapan membuat kebutuhan harian tubuh akan vitamin dan nutrisi sulit untuk terpenuhi. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang sarapan lebih mungkin untuk memenuhi kebutuhan gizinya secara menyeluruh, baik itu asupan serat, kalsium, vitamin A, B, C dan vitamin lainnya yang dibutuhkan tubuh. So, kalian yang tidak suka sarapan. mulai sekarang sarapanlah!

Kurangi konsumsi gula, Perbanyak makan buah-buahan

Perbanyak makan buah-buahan guys

Eating an apple a day keeps the doctor away

Mengurangi konsumsi terhadap makanan dan minuman yang mengandung gula atau glukosa akan membantumu untuk hidup sehat. Secara, glukosa menyebabkan berbagai masalah pada tubuh seperti diabetes. Kalau saya sendiri sih, mengurangi gula dengan cara berhenti meminum minuman bersoda, pokoknya say no to soda, juga membiasakan meminum air mineral walaupun makan di resto atau di foodcourt, tidak membeli minuman yang mengandung kadar gula tinggi. Kalau makanan sih saya sendiri masih sulit untuk mengurangi konsumsi nasi apalagi menggantinya dengan yang lain. Untuk meminimalisasi konsumsi gula, biasakan juga makan buah-buahan. Gantilah kue-kue manis atau gorengan atau makanan yang terbuat dari tepung terigu dengan buah-buahan. Kalau saya sendiri sih merutinkan diri mengonsumsi buah plum.

Travelling alias rutinkan piknik

Ini saya sedang nongkrong di Puncak Gunung Merapi

Nah, ini sangat penting kawan, demi kesehatan pikiran dan perasaan agar tidak stres. Apalagi jika kalian adalah orang yang kelelahan berperang dengan aktivitas pekerjaan setiap hari. Stres adalah tanda-tanda kelelahan. Maka sangat penting untuk selalu menyempatkan pergi berlibur agar merefresh otak yang selalu bergumul dengan drama pekerjaan apapun setiap hari.
Menurut sebuah studi dari Universitas Negeri New York di Oswego, setelah mengamati 12.000 pria ditemukan bahwa pria yang pergi berlibur bisa mengurangi risiko mengalami kematian dengan segera sebesar 20%. Hal yang sama juga didapatkan dari sebuah artikel New York Times, kalian bisa meningkatkan 21% tingkat kematian dengan cepat ketika kalian nggak mengambil liburan setiap tahun.
Menurut para peneliti dari  Amerika dan Perancis, liburan bisa meningkatkan kemampuan dalam memecahkan masalah, meningkatkan kesadaran akan koneksi yang terputus serta mendorong orang untuk mencoba sesuatu yang baru. Dengan begitu, liburan juga berarti bisa membuat kalian lebih kreatif. Makanya, ini udah Desember, ayo berlibur kawan!

Diposkan pada BPN30dayChallenge2018, Drama, Review Film/Drama, Writting Challenge

[Blogger Perempuan Network 30 Days Writting Challenge : Day 10]

5 REKOMENDASI DRAMA KOREA TERBARU DI PENGHUJUNG 2018

Buat sobat-sobat pecinta drakor, dalam episode ke 10 tantangan menulis ini aku akan menulis rekomendasi drama-drama Korea yang masih ongoing maupun yang sudah komplet di tahun 2018 ini yang sudah kutonton dan ceritanya dijamin seru.

1. TERIUS BEHIND ME

Drama Terius Behind Me ini super duper seru, gak ngebosenin, n gak bikin ngantuk. Drama ini udah berstatus completed alias sudah selesai pertengahan November kemarin. Ceritanya tentang kehidupan Kim Bon alias Terius (So Ji Sub), seorang mantan agen NIS (Badan Inteligen Korea) yang serba bisa, jago berkelahi, ahli menembak, ahli menyamar, dan tentunya ganteng yang karier di NIS-nya harus berhenti karena dituduh berkhianat pada suatu operasi rahasia yang menewaskan kekasihnya, Candy.  Karena dituduh berkhianat maka Kim Bon menjadi pelarian selama tiga tahun. Ia kemudian tinggal di Kingcastle Apartemen dan bertetangga dengan Go Ae Rin (Jung In Sun) yang baru ditinggal mati suaminya. Suami Ae Rin meninggal karena dibunuh oleh seorang pembunuh profesional yang sedang dicari oleh Terius lantaran pembunuh itu adalah orang yang dulu menembak kekasihnya dalam operasi Candy. Suami Ae Rin dibunuh karena menjadi saksi pembunuhan kepala keamanan nasional Korea. Karena suaminya meninggal, maka Ae Rin harus bekerja mencari nafkah untuk menghidupi dua anaknya. Terius pun membantunya dengan menjadi pengasuh anak-anak Ae Rin. Yah pokoknya ceritanya seru, ada banyak adegan yang bikin greget saat bagaimana seorang agen NIS menjadi pengasuh dua anak kembar, ada adegan tegang karena perkelahian, penjinakan bom, tembak-tembakan, dan operasi rahasia NIS, juga ada adegan-adegan lucu para penghuni Kingcastle Apartemen yang memiliki jaringan bernama KIS (Kingcastle Information Service). Pokoknya yang belum nonton, tonton deh drakor ini, dijamin sulit move on dari oppa So Ji Sub.

2. THE LAST EMPRESS

Drama ini masih berstatus on going dan hari ini pun baru muncul episode 5-6 tanpa subtitle jadi aku juga baru nonton sampai episode 3-4. Namanya drama on going itu bikin harap-harap cemas menunggu karena penasaran. Drama ini bercerita tentang kekaisaran Korea pada masa kini. Kaisar Korea yang diperankan Choi Jin Hyuk terlibat kasus tabrak lari saat sedang berlibur di pedesaan. Oleh sekretaris pribadinya yang juga merupakan kekasih gelapnya ia disarankan untuk mengalihkan perhatian publik dan membuat alibi untuk menghindari tuduhan tabrak lari tersebut dengan cara menonton drama musikal dan mendekati pemerannya yang bernama Oh Sunny (Jang Na Ra). Ibu suri mengetahui hubungan gelap kaisar dengan sekretaris pribadinya dan kaisar ingin menjadikan kekasih gelapnya itu sebagai permaisuri. Namun ibu suri tidak merestui hal itu sehingga ibu suri membuat keputusan untuk menjodohkan kaisar dengan Oh Sunny, pemeran drama musikal itu. Nah, ceritanya baru sampai di sana tapi drama ini beneran seru, banyak konflik di dalamnya, banyak ketegangan, dan yang pasti seru aja drama bersetting kekaisaran Korea era modern.

3. BAD PAPA

Drama Bad Papa ini bercerita tentang Yoo Ji Cheol (Jin Hyuk) yang merupakan mantan juara tinju nasional yang menjalani kehidupan dalam kesulitan perekonomian setelah tertipu oleh temannya dan berkarier sebagai detektif. Ia dianggap pahlawan nasional karena juara tinju dunia, juga dianggap pahlawan karena menyelamatkan seorang ibu dan putrinya dalam kecelakaan bus. Namun di rumah ia merasa sebagai orang yang tak berguna karena tak mampu membahagiakan istrinya, membawa istrinya dalam kemiskinan, dan tak mampu memenuhi keinginan putrinya. Ia pun memutuskan untuk kembali ke arena tinju meskipun sudah tua karena dibayar tinggi oleh seorang pengusaha yang menginginkannya bertarung dalam tujuh pertandingan. Ceritanya seru seputar dunia tinju dan MMA juga bikin baper dalam hubungan ayah dan anak. Drama ini sudah selesai pada 20 November lalu, so, tidak perlu H2C karena penasaran. Tonton deh.

4. MY ONLY ONE

Drama korea berjudul My only one ini masih berstatus on going. Drama yang tayang sejak 15 September 2018 ini bercerita tentang seorang perempuan yang selalu optimis dan mandiri bernama Kim Do Ran (Uee) yang tiba-tiba mengetahui bahwa orang tuanya yang sekarang bukanlah orang tua kandungnya melainkan hanya teman ayahnya yang mengangkatnya menjadi anak karena ayah kandungnya dipenjara seumur hidup. Ayah kandung Kim Do Ran dipenjara karena kasus pembunuhan. Kim Do Ran kemudian bertemu dengan pria kaya yang menjadi bos di kantor tempatnya bekerja. Ternyata ayah kandungnya dibebaskan dari penjara dan bekerja sebagai sopir di rumah pria kaya ini. Padahal keluarga chaebol ini adalah sahabat dari orang yang dulu dibunuh olehnya. Namun fakta tersebut belum terbongkar. Pokoknya tonton saja, kisah gadis miskin anak pembunuh yang berpacaran dengan pria chaebol direktur perusahaan besar, pasti seru.

5. THE SMILE HAS LEFT YOUR EYES

Drama ini tayang sebanyak 16 episode dan sudah selesai pada 22 November 2018. Drama ini bercerita tentang seorang detektif yang sedang menyelesaikan kasus pembunuhan seorang mahasiswi. Pembunuhan itu disamarkan sebagai bunuh diri dan si detektif mendeteksi bahwa pembunuhnya adalah orang yang sangat cerdas karena bisa mengingat detail yang pernah dilihatnya seperti susunan benda di lemari. Detektif ini memiliki adik perempuan yang kemudian si adiknya ini berpacaran dengan seorang pria pembuat bir yang ia curigai sebagai pembunuh mahasiswa itu. Bagaimana kelanjutannya? Benarkah kekasih adiknya ini adalah pembunuh yang sebenarnya? Tonton saja ya, seru pokoknya.

Nah, itu dia lima drama korea terbaru yang kurekomendasikan untuk ditonton. Oh ya, semua gambar di atas diambil dari situs Drakorindo so, kalau sobat-sobat mau download drakor-drakor tadi silakan klik saja

di sini

Diposkan pada BPN30dayChallenge2018

5 Fakta Soal Diri Sendiri

Debu di seberang lautan kelihatan, gajah di pelupuk mata tidak terlihat. Agak sulit memang kalau harus membicarakan diri sendiri, yang mudah itu membicarakan orang lain, mereview orang lain, 😁

Tapi, karena ada tantangan untuk menuliskan lima fakta tentang diri sendiri, maka mulailah saya bercermin, melihat kembali kepada diri, merenungi diri, mencoba mengenali diri sendiri kiranya fakta apa yang bisa saya bagikan di sini.

1. Cheese Lover
Ya, saya adalah penggemar keju. Apapun yang mengandung keju, saya suka. Roti bakar ataupun pancake yang di atasnya ditaburi keju sebanyak-banyaknya, salad buah with cheese, singkong keju, pisang keju, stick mozarella, dll yang pake susu, keju, atau mozarella. Ga heran kalau badan saya sulit kurus. 😂

2. Green Lover
Saya adalah pecinta warna hijau. Semua barang saya usahakan berwarna hijau. Saya hanya membeli tupperware kalau berwarna hijau. Buku anak-anak di sekolah saya suruh sampul dengan warna hijau. Kalau sedang jalan-jalan di mall melihat ada baju warna hijau, semua grade warna hijau ya, 98% akan saya beli.
Awal mula saya menyukai warna hijau sebenarnya dimulai saat SMA. Waktu itu saya mengikuti ekskul pecinta alam yang mengharuskan semua barang yang dipakai dan dibawa berwarna hijau. Buku harus hijau, pulpen harus hijau, sikat dan pasta gigi harus hijau, udah jelas kaos seragam dan celana yang diseragamkan hijau. Katanya biar selaras dengan alam. Dari situ saya menjadi terbiasa menghijaukan semua barang. Rasanya saya menjadi tergila-gila dengan warna hijau meskipun saya mengakui bahwa warna lain juga bagus. Saya mengakui warna magenta bagus, biru juga bagus, bahkan pink juga bagus, tapi kalau di antara pilihan warna pada barang itu ada yang hijau, rasanya seperti mengkhianati diri sendiri kalau tidak membeli yang warna hijau. Akhirnya, sampai sekarang saya bahkan membeli sampo dan sabun bukan karena kandungan di dalamnya yang katanya akan melembutkan atau membuat jadi bagus, tapi karena kemasannya berwarna hijau. 😬

3. Suka mendaki gunung

Ya, saya suka mendaki gunung bahkan sampai sekarang masih aktif mendaki kalau sedang libur kerja, meskipun ya, sekarang kondisi fisik saya tentu sudah tak sekuat dulu, zaman SMA, di mana tak seorang pun menganggap saya perempuan. 😅

Namun faktanya saya masih kuat sampai puncak Merapi, Merbabu, Slamet, Sumbing, bahkan Rinjani dengan kondisi tubuh yang jarang olahraga ini dengan bantuan kesabaran dan kesetiakawanan teman-teman mendaki saya.

Fakta lain dalam hal pendakian adalah bahwa saya tidak mau mendaki gunung yang sama dua kali. Bukannya tidak ingin sih, tapi karena saya harus hemat tenaga, waktu, juga uang. Terutama tenaga sih kan saya sudah tidak sekuat dulu, jadi daripada tenaganya dipakai untuk mendaki gunung yang sama kan lebih baik dipakai untuk mendaki gunung lain yang belum pernah. Kan kalian juga tahu dong kalau mendaki gunung itu capeknya pake banget. 🤓

4. Mengganti sesuatu kalau sudah benar-benar rusak

Ini kebiasaan saya, tidak pernah mengganti sesuatu kecuali kalau sudah benar-benar tidak bisa dipakai lagi. Tapi ini bukan tentang pakaian loh ya. Jadi jangan berpikir kalau saya tidak mengganti baju atau celana dalam kecuali kalau sudah rusak 😂😂😂. Ini tentang barang-barang seperti kendaraan, ponsel, ataupun laptop. Tidak peduli hp saya ketinggalan zaman, misalnya, orang lain sudah android terbaru saya masih di oreo misalnya, saya tidak akan mengganti hp saya ke keluaran terbaru kecuali hp saya sudah tidak kuat untuk hidup lagi. 😁 Itu juga berlaku untuk hal-hal yang lain. Sekali lagi kecuali pakaian dan celana dalam. 😂

5. Pernah bertunangan dan putus beberapa bulan sebelum menikah

Wah, saya gak tahu ni apakah fakta ini layak untuk diceritakan di sini atau tidak. Tapi itulah faktanya. Hanya sebuah masa lalu yang mewarnai hidup ini. Pacaran tujuh tahun, bertunangan, eh putus beberapa bulan sebelum pernikahan. Dari sana saya benar-benar mengerti arti kalimat : manusia hanya bisa berencana, selanjutnya Tuhanlah yang menentukan. Padahal sebelumnya saya sudah merasa yakin sekali bahwa jodoh saya pasti dia, tidak mungkin bukan dia, tapi ya itulah, sekali lagi manusia ternyata memang hanya bisa berencana dan menerka-nerka.

Diposkan pada BPN30dayChallenge2018, Opini

How about social media? Dunia di mana mencibir dan menghujat orang lain menjadi budaya

Social media atau dalam bahasa Indonesia sering kita sebut media sosial alias medsos, dibangun dengan dua kata yaitu sosial dan media. Selama ini kita sering mendengar kalimat bahwa manusia adalah makhluk sosial. Apa sih sosial itu artinya? Kata sosial mulanya berasal dari bahasa latin “socius” yang mempunyai arti segala sesuatu yang lahir, tumbuh, serta berkembang dalam kehidupan bersama. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dikatakan bahwa sosial artinya berkenaan dengan kehidupan masyarakat. Itulah kenapa dikatakan manusia adalah makhluk sosial karena tidak bisa hidup sendirian, harus hidup bermasyarakat. Lalu media, apa artinya media? Kembali dalam KBBI dikatakan bahwa media berarti alat. Berarti kalau digabung, media sosial berarti alat untuk bermasyarakat, alat untuk bergaul dengan orang lain dalam kehidupan masyarakat.

Seperti kita tahu bahwa sekarang ini yang namanya medsos itu sudah sangat menyebar dan banyak sekali jenisnya bak jamur di musim hujan. Medsos benar-benar memasyarakat. Dari balita sampai lansia hampir semua mengenal medsos.

Lihat saja, sekarang keponakan saya yang masih PAUD sudah keranjingan menonton youtube. Dia bisa betah di rumah seharian hanya dengan menonton orang lain bermain boneka atau bermain rumah-rumahan di youtube daripada memainkan sendiri boneka atau rumah-rumahan dengan temannya. Kadang-kadang, walaupun banyak teman bermain di rumahnya atau dia yang bermain di rumah temannya, mereka berkumpul menonton youtube. Tidak heran kalau sekarang banyak orang menjadi kaya dengan penghasilan dari youtube walaupun mungkin konten yang diunggahnya hanya seperti itu atau bahkan unfaedah. Dari sini saya ingin menghimbau para youtuber dan para vlogger agar membuat konten yang sarat faedah karena tayangan-tayangan itu bahkan ditonton anak kecil.

Saya sendiri menonton youtube hanya untuk menonton video klip lagu-lagu atau melihat video-video ilmu pengetahuan atau berita yang terkait dengan pelajaran untuk dijadikan media pembelajaran. Jadi, terima kasih para youtuber yang sudah membuat konten-konten bagus yang bahkan bisa dijadikan bahan pelajaran.

Medsos pertama yang saya kenal dulu adalah friendster. Jadul banget ya. Dulu saya sangat bangga dan takjub banget dengan friendster ini. Bangga karena belum banyak orang yang mengenal medsos dan saya adalah salahsatu yang sudah mengenalnya. Bangga karena waktu itu teman-teman saya banyak yang tidak tahu apa itu FS dan hanya segelintir yang sering ke warnet yang tahu (dulu kalau mau internetan harus ke warnet) dan dengan perasaan bangga saya menjelaskan FS ini kepada teman-teman 😂. Kenapa takjub? Ya saya takjub sekali ketika menggunakan FS ini karena di sana saya bisa menemukan dan berhubungan kembali dengan teman-teman lama saya yang sudah lost contact. Benar-benar takjub saya waktu itu. 😂

Selang beberapa lama setelah FS, tetiba muncullah facebook yang lebih mudah digunakan dan ternyata lebih menjamur. Berbondong-bondong orang menggunakan FB termasuk saya. FB kemudian menjadi medsos yang paling merakyat (menurut saya) karena penggunanya dari semua kalangan.

Saya sendiri sempat ilfil kepada FB dan ingin menutup akun karena terlalu banyak anak-anak alay pengguna FB atau bahkan orang-orang tua juga yang suka bikin status alay dan aneh (mungkin saya juga pernah alay seperti itu tapi tidak parah 😬), orang-orang yang suka bikin status berisi keluhan, kemarahan, atau umpatan sungguh membuat saya merasa muak dengan FB. Akhirnya, solusinya saya meng-unfriend orang-orang yang suka bikin status yang membuat saya merasa muak.

Lalu, ada medsos yang sangat saya sukai yaitu instagram. Barangkali karena saya bisa melihat foto orang lain di tempat yang bagus dan saya juga bisa memilih untuk hanya mengikuti yang konten-kontennya tidak memuakkan.

Blog? Ini yang paling saya sukai karena banyak sekali ilmu pengetahuan yang didapat di sini.

Kembali ke perihal media sosial, tentu saja saya tidak memungkiri ada positif dan negatifnya. Positifnya, setiap orang bisa kembali menyambung silaturahmi dengan teman atau bahkan saudara yang sudah jauh dengan mudah dan murah. Dalam medsos juga orang bisa berkarya baik itu dalam bentuk video, foto, ataupun kalimat-kalimat (dalam bentuk tulisan). Namun di sisi lain, negatifnya, banyak orang yang kemudian menjadi terlalu berani mengungkapkan umpatan kemarahan terhadap orang lain, mungkin karena tidak berhadapan secara langsung sehingga keberaniannya meningkat, terlalu berani untuk mengomentari bahkan mengurusi hidup orang lain, mem-bully orang lain, memojokkan, atau mengumbar aib diri sendiri dan orang lain. Ini yang membuat saya teramat muak.

Dengan media sosial orang yang dalam kehidupan sehari-hari kesulitan berbicara mengungkapkan pendapat bisa begitu lancar di medsos. Dengan media sosial, orang yang dalam dunia nyata tidak berani menghujat dan memarahi orang lain, bisa menjadi teramat berani dan bahkan mampu mengeluarkan hujatan berlebihan. Apalagi dengan adanya akun-akun gosip artis yang kerjaannya mengikuti kehidupan pribadi artis dengan segenap komentar dan hujatan para netizen seolah menjadikan hal bergosip dan menghujat orang lain sebagai hal biasa dan bahkan membudaya. Seolah mengumbar aib dan keburukan orang lain adalah daya tarik tersendiri dan para netizen itu beramai-ramai memberi komentar, menghujat, ikut marah, seolah semua itu memang urusan mereka. Ah, sudahlah. Sekali lagi sosial media itu baik jika digunakan dengan baik, untuk hal-hal yang bermanfaat, jangan sampai menggunakannya untuk hal-hal yang unfaedah dan membuang-buang waktu seperti mengurusi dan menghujat hidup orang lain sebab hidup kita juga belum tentu benar. Terakhir, jangan sampai kita memasyarakatkan, membudayakan hal-hal seperti mengumbar kemarahan, mengumbar aib, dan menghujat orang lain dengan adanya media sosial ini.