Diposkan pada Uncategorized

Kenangan Masa Kecil

Pada masa prasekolah, alias sebelum saya masuk sekolah dasar (karena saya tidak bersekolah PAUD maupun TK), saya memiliki tiga orang teman sepermainan. Satu perempuan dan dua laki-laki. Yang perempuan bernama Ana, dia teman sejak orok karena saya dan dia memang bersepupu. Rumah orang tua kami juga bersebelahan. Sementara yang dua laki-laki adalah anak tetangga rumah depan belakang bernama Deni yang biasa kami panggil Apeh dan satu lagi Aris. Di kemudian hari, saya, Ana, dan Apeh menjadi teman satu kelas di SD, sedangkan Aris pindah rumah mengikuti orang tuanya ke Kota Banjar sehingga karena itu pada masa remaja dan dewasa kami menjadi asing meski Aris kerap datang ke rumah neneknya yang dekat rumah kami.
Yang paling saya ingat adalah saat Apeh disunat dan kami tetap mengajaknya bermain seperti biasa. Kami bermain petak umpet dengan Apeh yang memakai topi pada bagian “itu”-nya πŸ˜‚ serta memakai sarung.

Pada masa-masa itu aku dan Ana memiliki teman khayalan yaitu Kiki dan Nonoh. Teman khayalan di sini maksudnya adalah teman yang berasal dari imajinasi kami berdua. Setiap hari saat kami bermain berdua, kami selalu bermain seolah-olah kami bermain berempat, dalam imajinasi kami, kami tidak bermain berdua saja melainkan ada dua teman lain lagi yaitu Kiki dan Nonoh.

Saya masih ingat kami sering bermain portal-portalan dengan pohon waregu (apa ya namanya pohon waregu dalam bahasa IndonesiaπŸ€”πŸ˜) pokoknya pohon yang batangnya lurus dan lentur sehingga kami bisa menariknya ke bawah untuk menghalangi jalan seperti sebuah portal masuk. Pohon itu tumbuh di depan rumah nenek kami. Siapapun yang lewat di depan rumah nenek kami akan kami halangi jalannya dengan portal itu dan baru bisa lewat kalau sudah membayar dengan uang dari daun πŸ˜‚. Tentu saja Kiki dan Nonoh juga ikut bermain di sana.

Pada masa itu saya dan Ana juga sangat takut dengan seorang anak laki-laki nakal yang suka mengganggu kami bernama Aay. Di kemudian hari Aay juga menjadi teman satu kelas kami di SD.

Di sekolah dasar, teman sekelas saya ada 22 orang dengan sembilan perempuan dan sisanya laki-laki. Pada saat masih kelas 1,2,3 semuanya baik-baik saja. Konflik yang terjadi hanya seputar menulis aksara tegak bersambung, hapalan perkalian, dan pemeriksaan kuku yang panjang atau hitam.

Di kelas 4 mulai ada konflik yang terjadi. Ternyata yang namanya bullying itu sudah ada sejak zaman saya pun, hanya namanya yang baru dikenal akhir-akhir ini. Dulu ada seorang teman sekelas saya bernama Kokon Koniah yang selalu dibully secara verbal bahkan selalu dipukuli oleh anak-anak laki-laki. Setiap anak laki-laki di kelas akan menyumbang satu atau dua pukulan kepadanya sembari memberikan cercaan seperti bau, jelek, kotor, tolol, atau kata-kata kasar dan menghina lainnya.

Waktu itu saya merasa tidak tahan melihat semua itu. Sebagai sesama anak perempuan saya merasa kasihan kepada Kokon juga merasa kesal kepada anak-anak laki-laki. Saya dan beberapa anak perempuan lain mencoba membela Kokon. Setiap ada satu anak laki-laki yang memukul Kokon, maka saya akan membalas memukul anak laki-laki itu. Akibatnya, saya dan semua anak perempuan lain akhirnya dimusuhi oleh anak-anak laki-laki di kelas. Setiap hari mereka jadi rutin memukul anak perempuan lain bukan hanya Kokon. Jadinya saya berkelahi setiap hari dengan mereka.

Saya ingat, pernah suatu ketika di kelas 4, keadaan sedang damai saat kami membuka-buka buku sejarah. Dalam buku sejarah kelas 4 SD itu di antaranya ada dua gambar pahlawan, yakni Ki Hajar Dewantara dan KH. Mas Mansur. Anak-anak laki-laki berpendapat bahwa KH. Mas Mansur adalah Ki Hajar Mas Mansur sama seperti Ki Hajar Dewantara. Sementara menurut saya, KH pada KH Mas Mansur bukan singkatan dari Ki Hajar Mas Mansur melainkan Kiai Haji Mas Mansur. Terjadilah perdebatan sengit mengenai itu yang kemudian menjadi perkelahian. Jadi ya begitu hal-hal sepele bisa jadi permusuhan yang berujung perkelahian. Bahkan pernah saya dimusuhi dan harus berkelahi dengan mereka hanya karena saya mendapat dispensasi tidak masuk kelas waktu saya mengikuti lomba mata pelajaran juga lomba LT III Pramuka. Waktu itu saya memang seringkali ditunjuk guru untuk mengikuti berbagai lomba sehingga kerap tidak masuk kelas karena dispensasi, lucunya, teman-teman laki-laki itu merasa kesal karena saya bisa tidak ikut belajar sementara mereka harus tetap terkurung di kelas untuk belajar.

Pernah suatu kali di kelas 5, saya berkelahi dengan seorang teman bernama Iwan yang biasa dipanggil Bemo. Saya ingat waktu saya udah kepepet menabrak meja guru sampai memecahkan vas bunga. Untuk mempertahankan diri, saya cakar saja si bemo itu dan tangan saya masuk ke dalam saku depan bajunya, lalu saya tarik tangan saya sehingga menyebabkan baju si bemo robek sampai semua kancing bajunya berhamburan. Untungnya orang tua si bemo tidak meminta ganti rugi.

Pada masa kegentingan itu, yang bahkan sempat membuat saya ingin pindah sekolah, saya memiliki seorang pahlawan berkuda putih yang selalu membela saya saat saya harus berkelahi dengan teman-teman laki-laki itu. Dia adalah anak kelas 1 SMP yang berasal dari Bandung dan tinggal di pesantren tempat saya belajar mengaji. Setiap kali ada teman laki-laki yang mengganggu saya, dia pasti akan turun tangan membela saya bahkan dia berani berkelahi melawan delapan orang sekaligus dan untungnya selalu menang. Sejak itu saya sungguh menganggapnya pahlawan nasional dalam hidup saya. Mungkin juga itu adalah pertama kalinya saya merasa dicintai tapi saya terlalu kecil untuk mengerti bahwa itu adalah cinta. Namanya Sahrul Fatoni. Saya biasa memanggilnya Toni. Tidak apa-apa saya sebutkan namanya toh kemungkinan besar dia tidak akan membaca tulisan ini. 😁 Toni selalu hadir membela saya, berkelahi untuk saya, sehingga saya mengurungkan keinginan pindah sekolah. Saya pikir tidak apa-apa kalaupun seluruh dunia memusuhi saya selagi saya memiliki Toni yang akan selalu membela (mungkin pikiran ini terlalu dewasa untuk anak kelas 5 SD 😁). Kadang saya kasihan lihat Toni berkelahi habis-habisan melawan geng teman laki-laki SD  saya hanya karena seorang dari mereka melemparkan sandal saya ke atas genting. Dia juga akan bersusah payah naik genting untuk mengambilnya. Sekali lagi, untungnya, Toni pandai berkelahi sehingga selalu menang berapa banyak pun lawannya.

Iklan
Diposkan pada BPN30dayChallenge2018, Uncategorized, Writting Challenge

5 Tips Hidup Sehat

5 TIPS HIDUP SEHAT

Setiap orang tentu mendambakan hidup sehat. Memangnya siapa yang ingin sakit? Tidak mungkin ada. Kesehatan adalah rezeki tersendiri, anugerah yang kadang dilupakan orang sebagai rezeki. Kebanyakan orang beranggapan bahwa rezeki itu melulu tentang uang, harta kekayaan, atau makanan, padahal kesehatan juga adalah rezeki yang tak ternilai harganya. Sebab kalaupun punya banyak harta, mampu membeli makanan enak, jika tubuhnya sakit, maka tak akan bisa menikmati semua harta kekayaan itu. Harta pun akan habis untuk membeli sehat. Nah, maka dari itu kita sangat perlu menjaga kesehatan agar tubuh kita terjaga dari penyakit. Untuk menjaga kesehatan itu kita bisa melakukannya dengan cara-cara sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Minum air putih

Minum air putih adalah hal yang sangat penting untuk tubuh terutama untuk kesehatan ginjal. Konon katanya tubuh kita memerlukan asupan air putih atau air mineral yang cukup banyak. Pagi hari saat bangun tidur sebaiknya kita minum air putih hangat. Apalagi setelah makan, sebaiknya tidak minum apapun selain air putih atau air mineral. Untuk hal ini saya sudah membiasakan diri mau makan di manapun, di restoran atau di foodcourt manapun (kecuali di PH sih) 😁, saya selalu memesan air mineral untuk minumannya.

Tidur yang cukup

Maafkan acting tidur gue yang keliatan palsu, haha

Begadang jangan begadang, kalau tiada artinya,, begitu kata Bang Haji Roma. Memang benar kata bang haji sebaiknya kita tidak boleh begadang sebab tubuh membutuhkan istirahat yang cukup. Menurut pakar kesehatan setidaknya kita harus tidur minimal 8 jam per hari. Apalagi katanya bagian tubuh memiliki jam istirahat tersendiri yang pada jam tersebut kita harus istirahat. Misalnya untuk kesehatan jantung pada pukul 11 malam kita harus sudah tidur. Lagipula tidur yang cukup pada malam hari akan membuat kita fresh dan bugar pada siang hari.

Sarapan

Nah, salah satu hal yang sangat penting menurut saya adalah sarapan. Kalau saya sendiri sih badan akan jadi lemas, loyo, dan pusing jika beraktivitas tanpa sarapan. Menurut sebuah studi, kadar kolesterol jahat (LDL) pada wanita sehat yang tidak sarapan cenderung lebih tinggi dibandingkan mereka yang sarapan. Mereka yang membiasakan diri untuk sarapan juga cenderung mengonsumsi lebih sedikit kalori dibandingkan mereka yang melewatkan sarapan. Dengan demikian, sarapan membantu melindungi tubuh dari penyakit. Kebiasaan sarapan pagi juga bisa membuat kalian lebih fokus dan produktif dalam mengerjakan pekerjaan di kantor ataupun sekolah karena perut sudah diisi. Jika kalian tidak sarapan pagi, kemungkinan daya pikir kalian bisa menurun. Selain itu, katanya sarapan pagi juga dapat membantu menurunkan berat badan loh. Penelitian menunjukkan bahwa sarapan pagi dengan menu yang sehat dapat membantu menurunkan berat badan. Dengan sarapan, kalian tidak akan terlalu lapar pada siang hari, sehingga keinginan untuk mengonsumsi makanan berlebihan pada saat makan siang dapat terhindarkan. Ketika kalian melewatkan sarapan pagi, maka akan lebih mudah untuk tergoda mengonsumsi makanan lain yang tinggi kalori namun tidak mengenyangkan. Tidak sarapan membuat kebutuhan harian tubuh akan vitamin dan nutrisi sulit untuk terpenuhi. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang sarapan lebih mungkin untuk memenuhi kebutuhan gizinya secara menyeluruh, baik itu asupan serat, kalsium, vitamin A, B, C dan vitamin lainnya yang dibutuhkan tubuh. So, kalian yang tidak suka sarapan. mulai sekarang sarapanlah!

Kurangi konsumsi gula, Perbanyak makan buah-buahan

Perbanyak makan buah-buahan guys

Eating an apple a day keeps the doctor away

Mengurangi konsumsi terhadap makanan dan minuman yang mengandung gula atau glukosa akan membantumu untuk hidup sehat. Secara, glukosa menyebabkan berbagai masalah pada tubuh seperti diabetes. Kalau saya sendiri sih, mengurangi gula dengan cara berhenti meminum minuman bersoda, pokoknya say no to soda, juga membiasakan meminum air mineral walaupun makan di resto atau di foodcourt, tidak membeli minuman yang mengandung kadar gula tinggi. Kalau makanan sih saya sendiri masih sulit untuk mengurangi konsumsi nasi apalagi menggantinya dengan yang lain. Untuk meminimalisasi konsumsi gula, biasakan juga makan buah-buahan. Gantilah kue-kue manis atau gorengan atau makanan yang terbuat dari tepung terigu dengan buah-buahan. Kalau saya sendiri sih merutinkan diri mengonsumsi buah plum.

Travelling alias rutinkan piknik

Ini saya sedang nongkrong di Puncak Gunung Merapi

Nah, ini sangat penting kawan, demi kesehatan pikiran dan perasaan agar tidak stres. Apalagi jika kalian adalah orang yang kelelahan berperang dengan aktivitas pekerjaan setiap hari. Stres adalah tanda-tanda kelelahan. Maka sangat penting untuk selalu menyempatkan pergi berlibur agar merefresh otak yang selalu bergumul dengan drama pekerjaan apapun setiap hari.
Menurut sebuah studi dari Universitas Negeri New York di Oswego, setelah mengamati 12.000 pria ditemukan bahwa pria yang pergi berlibur bisa mengurangi risiko mengalami kematian dengan segera sebesar 20%. Hal yang sama juga didapatkan dari sebuah artikel New York Times, kalian bisa meningkatkan 21% tingkat kematian dengan cepat ketika kalian nggak mengambil liburan setiap tahun.
Menurut para peneliti dari  Amerika dan Perancis, liburan bisa meningkatkan kemampuan dalam memecahkan masalah, meningkatkan kesadaran akan koneksi yang terputus serta mendorong orang untuk mencoba sesuatu yang baru. Dengan begitu, liburan juga berarti bisa membuat kalian lebih kreatif. Makanya, ini udah Desember, ayo berlibur kawan!

Diposkan pada BPN30dayChallenge2018, Uncategorized, Writting Challenge

[Blogger Perempuan Network 30 Days Writting Challenge : Day 11]

ABOUT MY COLLECTION

Tantangan hari ke-11 ini tentang barang yang dikoleksi di rumah. Kalau bicara tentang barang koleksi, yang pasti saya koleksi sih buku karena memang suka membaca sejak kecil.

Novel dan komik

Novel dan komik adalah jenis buku yang saya koleksi. Tidak aneh ya, sebab memang jenis buku yang menyenangkan untuk dibaca. Sebenarnya saya juga berminat membaca buku-buku tentang komputer dan ensiklopedia-ensiklopedia, hanya saja biasanya saya membaca buku-buku itu di perpustakaan, atau di Gramedia, kan suka ada ya buku sampel yang udah dibuka plastiknya, jadi biasanya numpang baca aja di sana sampai selesai, gak dibeli, yang dibelinya tetep novel.  Itulah kenapa saya bisa menghabiskan waktu berjam-jam di Gramedia dan itu juga alasan kenapa biasanya saya tak pernah mengajak siapapun ke Gramedia, soalnya pasti boring nungguin saya membaca, selain juga karena di antara teman-teman yang dekat tidak ada yang memiliki minat yang sama terhadap buku. Jadi, kalau pergi bersama teman pun, biasanya bareng-barengnya makan dan belanja saja, selanjutnya saya akan pergi ke Gramedia sendirian dan mereka pulang.

Mengapa mengoleksi novel dan komik? Jadi sebenarnya saya memiliki keinginan untuk membuat perpustakaan pribadi di rumah dengan konsep semacam taman bacaan yang dibuka untuk umum. Alangkah menyenangkan apabila nanti banyak orang, tua-muda, remaja dan anak-anak datang ke rumah saya untuk membaca. Saya akan menyatukannya dengan cafe dan taman sehingga mereka bisa membaca dengan santai. Dengan begitu barangkali minat baca bangsa Indonesia bisa meningkat. Nah, dalam rangka mewujudkan cita-cita luhur itu, makaΒ  sejak kuliah saya mulai mengumpulkan novel dan komik. Dengan sisa uang bekal yang tidak seberapa, itu pun hasil berhemat, saya selalu datang ke berbagai pameran buku di Yogyakarta. Lumayan, punya uang seratus ribu saja bisa dapat banyak novel dan komik, sebab ada banyak komik yang bahkan harganya hanya lima ribuan. Sampai sekarang pun saya masih suka datang ke berbagai pameran buku biar bisa memborong buku dengan harga diskon. Selain itu, saya juga memprogramkan one month two books, minimal dalam satu bulan membeli dua buku.

Saya ingat waktu SMA, saya dan sepupu saya biasa datang ke taman bacaan di Ciamis dan meminjam buku untuk tiga hari. Biasanya kami menyewa banyak komik dan majalah. Waktu itu majalah yang suka kami sewa adalah majalah Annida danΒ  Aneka Yess. Senang sekali rasanya waktu itu datang ke taman bacaan dan menyewa buku untuk dibaca bareng-bareng temen di pesantren (waktu SMA saya tinggal di pesantren tapi sekolah di sekolah umum). Dari situlah saya terinspirasi ingin punya taman bacaan sendiri, nantinya siapapun tidak perlu menyewa, boleh meminjam dan membacanya.

Tupperware warna hijau

Nah selain buku, barang yang saya koleksi di rumah adalah barang-barang dari tupperware, khusus yang berwarna hijau. Dari mulai botol minum, gelas, piring, sendok, garfu, toples, mangkuk, dll. semuanya berwarna hijau.

Souvenir dan undangan pernikahan

Ini sih sebenarnya bukan hal yang sengaja dikoleksi. Namun karena kalau pergi ke undangan biasanya dikasih suvenir berupa gantungan kunci, kipas, miniatur boneka pasangan, gelas, dll. tanpa sengaja semua itu terkumpulkan dan menjadi banyak karena saya tidak membuangnya ataupun menggunakannya. Jadi semuanya saya taruh saja di suatu kotak khusus menyimpan suvenir pernikahan. Oh ya, saya juga sebenarnya tanpa sengaja mengumpulkan undangan pernikahan dari orang-orang yang mengundang saya sejak SMA, karena tak pernah dibuang, jadinya banyak sekali undangan pernikahan yang terkumpul, dari mulai yang sepertinya harganya murah sampai yang mahal. Mungkin tadinya buat referensi, contoh undangan pernikahan, hehe.

Struk belanjaan, struk makan, dll.

Haha, ngaco banget ya kayak gini dikoleksi, haha

Nah, ini juga bukan koleksi sih, tapi tau-tau terkumpul banyak karena tak pernah dibuang. Biasanya setelah belanja saya taruh struk belanjaan itu di dalam dompet sampai berjejal di dalam dompet dan membuat dompet terlihat tebal. Orang mungkin mengira tebal oleh uang, padahal, itu dompet tebal oleh struk belanjaan. Setelah dompet terasa sesak oleh struk, biasanya saya pindahkan struk-struk itu ke dalam stopmap bertali, apa sih ya namanya, pokoknya itu kayak tempat menyimpan file-file kertas, nah saya menggunakannya untuk menyimpan struk belanjaan dari hari ke hari, minggu ke minggu, sampai bertahun-tahun.Β  Bukan hanya struk belanjaan sebenarnya, tetapi juga struk makan, struk pembayaran sesuatu, tiket nonton, tiket bus, tiket kereta, tiket masuk tempat wisata, tanda terima dari kantor pos, tanda terima dari JNE, sampai bukti pembayaran uang kuliah setiap semester beserta KRS (Kartu Rencana Studi) setiap semester pada zaman kuliah dulu, pun masih ada dan lengkap.

Nah, itu dia koleksiku, haha. Apa koleksimu kawan?

Diposkan pada BPN30dayChallenge2018, Drama, Review Film/Drama, Writting Challenge

[Blogger Perempuan Network 30 Days Writting Challenge : Day 10]

5 REKOMENDASI DRAMA KOREA TERBARU DI PENGHUJUNG 2018

Buat sobat-sobat pecinta drakor, dalam episode ke 10 tantangan menulis ini aku akan menulis rekomendasi drama-drama Korea yang masih ongoing maupun yang sudah komplet di tahun 2018 ini yang sudah kutonton dan ceritanya dijamin seru.

1. TERIUS BEHIND ME

Drama Terius Behind Me ini super duper seru, gak ngebosenin, n gak bikin ngantuk. Drama ini udah berstatus completed alias sudah selesai pertengahan November kemarin. Ceritanya tentang kehidupan Kim Bon alias Terius (So Ji Sub), seorang mantan agen NIS (Badan Inteligen Korea) yang serba bisa, jago berkelahi, ahli menembak, ahli menyamar, dan tentunya ganteng yang karier di NIS-nya harus berhenti karena dituduh berkhianat pada suatu operasi rahasia yang menewaskan kekasihnya, Candy.Β  Karena dituduh berkhianat maka Kim Bon menjadi pelarian selama tiga tahun. Ia kemudian tinggal di Kingcastle Apartemen dan bertetangga dengan Go Ae Rin (Jung In Sun) yang baru ditinggal mati suaminya. Suami Ae Rin meninggal karena dibunuh oleh seorang pembunuh profesional yang sedang dicari oleh Terius lantaran pembunuh itu adalah orang yang dulu menembak kekasihnya dalam operasi Candy. Suami Ae Rin dibunuh karena menjadi saksi pembunuhan kepala keamanan nasional Korea. Karena suaminya meninggal, maka Ae Rin harus bekerja mencari nafkah untuk menghidupi dua anaknya. Terius pun membantunya dengan menjadi pengasuh anak-anak Ae Rin. Yah pokoknya ceritanya seru, ada banyak adegan yang bikin greget saat bagaimana seorang agen NIS menjadi pengasuh dua anak kembar, ada adegan tegang karena perkelahian, penjinakan bom, tembak-tembakan, dan operasi rahasia NIS, juga ada adegan-adegan lucu para penghuni Kingcastle Apartemen yang memiliki jaringan bernama KIS (Kingcastle Information Service). Pokoknya yang belum nonton, tonton deh drakor ini, dijamin sulit move on dari oppa So Ji Sub.

2. THE LAST EMPRESS

Drama ini masih berstatus on going dan hari ini pun baru muncul episode 5-6 tanpa subtitle jadi aku juga baru nonton sampai episode 3-4. Namanya drama on going itu bikin harap-harap cemas menunggu karena penasaran. Drama ini bercerita tentang kekaisaran Korea pada masa kini. Kaisar Korea yang diperankan Choi Jin Hyuk terlibat kasus tabrak lari saat sedang berlibur di pedesaan. Oleh sekretaris pribadinya yang juga merupakan kekasih gelapnya ia disarankan untuk mengalihkan perhatian publik dan membuat alibi untuk menghindari tuduhan tabrak lari tersebut dengan cara menonton drama musikal dan mendekati pemerannya yang bernama Oh Sunny (Jang Na Ra). Ibu suri mengetahui hubungan gelap kaisar dengan sekretaris pribadinya dan kaisar ingin menjadikan kekasih gelapnya itu sebagai permaisuri. Namun ibu suri tidak merestui hal itu sehingga ibu suri membuat keputusan untuk menjodohkan kaisar dengan Oh Sunny, pemeran drama musikal itu. Nah, ceritanya baru sampai di sana tapi drama ini beneran seru, banyak konflik di dalamnya, banyak ketegangan, dan yang pasti seru aja drama bersetting kekaisaran Korea era modern.

3. BAD PAPA

Drama Bad Papa ini bercerita tentang Yoo Ji Cheol (Jin Hyuk) yang merupakan mantan juara tinju nasional yang menjalani kehidupan dalam kesulitan perekonomian setelah tertipu oleh temannya dan berkarier sebagai detektif. Ia dianggap pahlawan nasional karena juara tinju dunia, juga dianggap pahlawan karena menyelamatkan seorang ibu dan putrinya dalam kecelakaan bus. Namun di rumah ia merasa sebagai orang yang tak berguna karena tak mampu membahagiakan istrinya, membawa istrinya dalam kemiskinan, dan tak mampu memenuhi keinginan putrinya. Ia pun memutuskan untuk kembali ke arena tinju meskipun sudah tua karena dibayar tinggi oleh seorang pengusaha yang menginginkannya bertarung dalam tujuh pertandingan. Ceritanya seru seputar dunia tinju dan MMA juga bikin baper dalam hubungan ayah dan anak. Drama ini sudah selesai pada 20 November lalu, so, tidak perlu H2C karena penasaran. Tonton deh.

4. MY ONLY ONE

Drama korea berjudul My only one ini masih berstatus on going. Drama yang tayang sejak 15 September 2018 ini bercerita tentang seorang perempuan yang selalu optimis dan mandiri bernama Kim Do Ran (Uee) yang tiba-tiba mengetahui bahwa orang tuanya yang sekarang bukanlah orang tua kandungnya melainkan hanya teman ayahnya yang mengangkatnya menjadi anak karena ayah kandungnya dipenjara seumur hidup. Ayah kandung Kim Do Ran dipenjara karena kasus pembunuhan. Kim Do Ran kemudian bertemu dengan pria kaya yang menjadi bos di kantor tempatnya bekerja. Ternyata ayah kandungnya dibebaskan dari penjara dan bekerja sebagai sopir di rumah pria kaya ini. Padahal keluarga chaebol ini adalah sahabat dari orang yang dulu dibunuh olehnya. Namun fakta tersebut belum terbongkar. Pokoknya tonton saja, kisah gadis miskin anak pembunuh yang berpacaran dengan pria chaebol direktur perusahaan besar, pasti seru.

5. THE SMILE HAS LEFT YOUR EYES

Drama ini tayang sebanyak 16 episode dan sudah selesai pada 22 November 2018. Drama ini bercerita tentang seorang detektif yang sedang menyelesaikan kasus pembunuhan seorang mahasiswi. Pembunuhan itu disamarkan sebagai bunuh diri dan si detektif mendeteksi bahwa pembunuhnya adalah orang yang sangat cerdas karena bisa mengingat detail yang pernah dilihatnya seperti susunan benda di lemari. Detektif ini memiliki adik perempuan yang kemudian si adiknya ini berpacaran dengan seorang pria pembuat bir yang ia curigai sebagai pembunuh mahasiswa itu. Bagaimana kelanjutannya? Benarkah kekasih adiknya ini adalah pembunuh yang sebenarnya? Tonton saja ya, seru pokoknya.

Nah, itu dia lima drama korea terbaru yang kurekomendasikan untuk ditonton. Oh ya, semua gambar di atas diambil dari situs Drakorindo so, kalau sobat-sobat mau download drakor-drakor tadi silakan klik saja

di sini

Diposkan pada BPN30dayChallenge2018, Writting Challenge

[Blogger Perempuan Network 30 Day Writting Challenge] Day 9

KOTA-KOTA YANG PERNAH DITINGGALI

Tantangan hari ke 9 sebenarnya bukan tentang ini, tetapi karena satu dan lain hal, mungkin karena bingung kalau harus berbicara tentang blogger favorit, akhirnya aku pakai tema pengganti yaitu tentang kota-kota yang pernah kutinggali. Kupikir ini setidaknya akan lebih mudah untuk dituliskan dan diceritakan.

Selama sekian tahun saya hidup, semenjak dihadirkan ke bumi untuk pertama kalinya sekian tahun lalu hingga sekarang sudah bekerja dan hidup mandiri, setidaknya ada lima kota yang pernah saya tinggali. Alhamdulillah untuk tak seperti dalam peribahasa Sunda, kurung batok, yang artinya diam saja di rumah atau di kampung halaman, sehingga memiliki banyak pengalaman hidup di kota lain, jauh dari rumah, jauh dari keluarga.

CIAMIS

Kota ini adalah kota di mana aku membuka mata melihat dunia untuk pertama kalinya saat aku dihadirkan Tuhan di permukaan bumi ini. Di kota ini pula aku belajar merangkak, belajar berjalan, dan menjejakkan kaki di tanah untuk pertama kalinya. Kota tempat di mana seluruh keluarga dan handai taulan berkumpul. Kota kecil tempat di mana aku menghabiskan masa kanak-kanakku, berkejaran, berlarian di bawah hujan, bermain petak umpet, congklak, hingga pecle, menyeselesaikan sekolah dasar, bertengkar, mengejar layangan, pergi mengaji, berenang di sungai, mencecap sekolah menengah pertama hingga SMA, pun jatuh cinta untuk pertama kalinya.

Ciamis tentu saja akan selalu menjadi kota tercinta. Sejauh apapun aku pergi, senyaman dan seindah apapun kota-kota lain yang aku tinggali, Ciamis akan selalu menjadi tempat di mana aku akan selalu pulang.

YOGYAKARTA

Kota kedua yang pernah kutinggali adalah Yogyakarta atau Ngayogyakarta Hadiningrat yang lebih dikenal dengan istilah Jogja. Selepas SMA aku diterima di salah satu universitas negeri di kota ini lewat jalur SBMPTN (dulu namanya SPMB). Waktu itu aku memang ingin sekali kuliah di luar kota, ingin mencoba hidup mandiri jauh dari rumah jauh dari orang tua. Beruntung waktu itu bisa lolos tes SPMB, sebab kalau tidak, ayahku sudah memutuskan aku harus kuliah di universitas swasta yang ada di Ciamis atau di Tasikmalaya. Waktu itu aku ogah-ogahan kalau harus kuliah di kampung halaman.

Pertama kalinya aku ke Jogja adalah waktu SMA. Waktu itu seangkatan pernah berwisata sekolah ke sana. Masih ingat waktu itu di bus, guide tour menjelaskan kepada kami tentang universitas yang kami lewati waktu itu. Seorang teman sekelasku mengatakan bahwa dia ingin sekali bisa kuliah di sana kelak. Aku? Sama sekali waktu itu tidak pernah berpikir ataupun membayangkan bahwa kampus itu ternyata kelak menjadi kampus tempatku mencari ilmu.

Aku datang ke Jogjakarta untuk daftar ulang mahasiswa baru diantar oleh ayahku. Aku datang ke tempat seorang tetangga di Ciamis yang kebetulan memiliki usaha di Jogja. Akhirnya aku juga mendapat kosan di daerah sana, tepatnya di daerah Pugeran, Maguwoharjo, belakang Cassa Grande di Jalan Ring Road Utara. Meskipun tempatnya cukup jauh dari kampus, harus menempuh perjalanan sekitar 20 menit naik kendaraan umum, aku tetap memutuskan tinggal di daerah sana karena ada kenalan yaitu tetanggaku itu.

Di rumah kosan Pugeran itu tempatnya nyaman dan bersih. Ada empat puluh kamar di sana dan semuanya terisi penuh. Karena lokasinya dekat Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, otomatis penghuni kos di sana mayoritas adalah mahasiswi kampus itu. Hanya ada aku dan dua orang lainnya yaitu Mbak Evi dan Mbak Novi yang bukan mahasiswa sana (Mbak Evi dan Mbak Novi kuliah di UPN Veteran Yogyakarta). Karena itu pulalah maka mayoritas penghuni kos adalah nonmuslim. Hanya aku, Mbak Evi, dan Mbak Novi yang muslim. Menjadi minoritas, berbeda agama, beda kebiasaan hidup, ditambah lagi beda usia di mana waktu itu aku adalah satu-satunya mahasiswa baru sedangkan satu kosan semuanya adalah mahasiswa tingkat akhir, membuatku kesulitan bergaul dan menjadi penyendiri di kosan. Beruntung waktu itu ada seorang lain yang tinggal di tempat tetanggaku dari Ciamis itu yang juga kuliah di jogja dan seangkatan denganku,  bersamanyalah aku menghabiskan hari-hari mengerjakan tugas kuliah, sampai-sampai orang-orang yang kenal menyangka bahwa barangkali kami adalah jodoh.

Tinggal di daerah Pugeran hanya bertahan satu tahun. Lokasi yang jauh dari kampus, tidak ada teman dekat di kosan, ditambah lagi Yudi (temanku yang tinggal di rumah tetangga itu) juga pindah, membuatku juga ikut-ikutan pindah. Aku pindah ke lokasi dekat kampus tepatnya di daerah Samirono, Jalan Colombo, Yogyakarta. Di daerah ini aku tinggal bersama dengan teman se-gank dan sekelas di kampus. Teman-temanku di kosan ini semuanya berasal dari Karawang sehingga satu rumah kos ini orang Sunda semuanya. Di sini aku menemukan beberapa perbedaan pada bahasa Sunda.

Tinggal di daerah Samirono ternyata membuatku sedikit bisa belajar bermasyarakat dan belajar berguna bagi masyarakat. Waktu itu TPA Al-Ikhlas Samirono kekurangan tenaga pengajar sehingga jadilah kami sekosan menjadi pengajar IQRO dan doa-doa bagi anak-anak di sana, juga mengajar membaca Al-qur’an bagi ibu-ibu di sana yang mualaf atau yang belum bisa membaca Al-quran juga yang belum bisa bacaan sholat. Rasanya waktu itu sangat menyenangkan, bisa kenal dengan masyarakat dan anak-anak di sana, menjadi bagian dari kehidupan di sana bukan hanya bergaul dengan sesama mahasiswa saja.

Yogyakarta berhati nyaman adalah semboyan Kota Yogyakarta. Ya, jogja memang nyaman dan sangat kondusif untuk belajar. Tak heran kalau dijuluki sebagai kota pelajar. Tak ada kemacetan dan lalu lintas padat di sini (setidaknya waktu itu) juga tak bising karena bukan metropolitan. Yogyakarta juga adalah kota penuh kenangan, kota tempat di mana aku bertemu seseorang yang sangat berarti dalam pengertianku tentang kehidupan, kota tempat di mana aku bertemu dengan profesor-profesor hebat lulusan luar negeri yang membangun mimpi-mimpiku, dan stttt,,Yogyakarta juga adalah kota di mana untuk pertama kalinya aku mengenal istilah ayam kampus. πŸ˜€ maklum udik πŸ˜€

Aku tinggal di Yogyakarta selama tiga tahun lima bulan. Akhirnya aku harus berpisah dengan teman-teman di sana meninggalkan sejuta kenangan. Jogja, kota tempat di mana aku mengalami kepahitan yang sangat menyakitkan, juga kota di mana aku melakukan kebodohan yang terbodoh sepanjang sejarah.

KLATEN

Aku tinggal di Klaten, Jawa Tengah, sebenarnya bukan untuk waktu yang lama. Hanya sekitar lima sampai enam bulan untuk kegiatan KKN. Di sana aku dan teman-teman berempat belas tinggal di sebuah rumah dua lantai milik Mbah Mangun. Rumahnya tidak terlalu bagus tetapi cukup nyaman di dekat sawah sehingga setiap hari kami melihat pemandangan berupa hamparan sawah luas. Tinggal berempat belas dalam satu rumah komentarku adalah “seru”. Bagaimana tidak, kami berempat belas ini adalah cewek cowok, setiap hari kami rebutan kamar mandi, saling membatali saat selesai wudhu, masak bareng dari yang enak sampai yang rasanya gak karuan, solat berjamaah, sampai rebutan channel televisi antara yang pengen nonton sepakbola vs drama korea. Di sini juga untuk pertama kalinya aku menghadiri acara pernikahan ala Jawa juga mengenal macam hidangan dalam resepsi Jawa yaitu waktu Mbah Mangun menikahkan anaknya.

BANDUNG

Selesai kuliah di Jogja aku mencari kerja di Bandung dan alhamdulillah dapat. Mengapa tidak lanjut kerja di Jogja? Waktu itu aku berpikir Jogja kurang menjanjikan untuk pekerjaan (sebenarnya gak pernah nyoba nyari sih :-D) dan barangkali ini yang menjadi penyesalanku kemudian, sebab barangkali, seandainya aku tetap tinggal di Jogja, aku tak akan kehilangan dia.

Aku akhirnya tinggal dan bekerja di Bandung. Sebenarnya Bandung bukan kota yang asing bagiku sebab sejak kecil pun sering dibawa orang tua berlibur di Bandung. Di Bandung aku tinggal di sebuah kosan di daerah Muararajeun, Jalan Katamso. Di sana aku tinggal bersama seorang sahabat dari Ciamis yang juga bekerja di Bandung.  Bandung adalah kota yang menyenangkan, adalah kota yang ingin sekali aku tetap tinggal. Bandung adalah kota ramai yang tidak memusingkan, yang tetap terasa adem ayem meski penuh dengan modernitas. Fasilitas kota ini lengkap, masih hijau, dan terutama kota ini adalah surga kuliner. Di Bandung aku belajar bagaimana berbagi kesulitan dan saling membantu dengan teman, saat keuangan sudah tidak disokong orang tua dan semuanya harus ditanggung sendiri. Di Bandung pulalah aku mengenal berbagai makanan yang berasal dari luar negeri, yang dulu sama sekali tidak pernah mampu terbeli oleh kantong mahasiswa sepertiku, makanan yang gaya, gaul, tapi tidak mengenyangkan.

TASIKMALAYA

Ternyata Bandung tidak ditakdirkan untuk kutinggali lebih lama. Aku akhirnya lolos tes CPNS dan mengharuskanku pindah lagi ke daerah Tasikmalaya. Pindah ke Tasikmalaya adalah berarti pulang ke kampung halaman sebab daerahnya yang berselahan sekali dengan Ciamis.

Tinggal di kota ini cukup menyenangkan. Kota kecil yang tidak ramai dan minim fasilitas, kota yang penuh dengan konflik batin bagiku, tetapi menyenangkan karena membuatku bisa dekat dengan orang tua, membuatku bisa menengok dan memperhatikan mereka, mengurus dan menyayangi mereka dengan nyata.

Di kota inilah aku menuliskan semua ini sekarang. Duduk di sebuah cafe kecil, sendirian, sembari makan steak saus padang.

Diposkan pada BPN30dayChallenge2018

[Blogger Perempuan Network 30 Day Writting Challange : Day 8]

5 things always in my bag

Tantangan ini mengingatkan saya ke program reality show di salah satu stasiun TV swasta dulu yang mengikuti kegiatan artis dan membongkar apa saja yang selalu dibawa artis tersebut di dalam tasnya. Nah, berhubung saya bukan artis dan tidak akan ada yang kepo apalagi sampai membongkar apa yang selalu saya bawa di dalam tas karena penasaran, maka akan saya tulis saja di sini biar ada orang lain yang tahu dan sekaligus menjawab tantangan #BPN30Daywrittingchallange #Day8. Apa saja sih benda yang selalu saya bawa di dalam tas? Mari kita bongkar-bongkar tas dulu.

  1.  Dompet
Si hijau yang wajib dibawa

Dompet ini adalah benda yang wajib banget, tentunya bagi semua orang pun begitu. Uang, ATM, KTP, SIM, STNK, kartu BPJS, dll. segala tetek bengek perkartuan semuanya ada di dompet. So, dompet adalah si kecil yang sangat berpengaruh dalam hidup. Ketinggalan dompet? Uwaw, lo pasti bakal lebih dari sekadar kayak anak ayam kehilangan induknya.

2. Handphone

Si kesayangan yang aku sungguh merasa sunyi dan hampa tanpanya.

Benda wajib kedua yang harus dibawa ke mana-mana adalah handphone. Rasanya hidup menjadi hampa tanpa handphone. Walaupun misalnya tak ada yang akan nelpon, tak ada pesan penting banget juga yang ditunggu, ketinggalan hp adalah bagaikan ketinggalan separuh nyawa. πŸ™‚ Itu karena hp bisa mengisi kekosongan saat tak ada teman ngobrol, saat merasa sunyi. Pernah suatu ketika hp saya rusak dan harus menginap di service centre selama tiga hari, terpaksa pakai hp lama yang nggak smart alias hp jadul, ih wow itu sumpah rasanya tiga hari itu saya hidup dalam keterasingan, rasanya saya menghilang dari peradaban dan terlempar ke zaman batu sendirian. πŸ˜€

3. Charger dan harddisk external

maafkan kabel charger-ku yang warnanya udah kusam πŸ˜€

Benda wajib dibawa ke manapun yang ketiga adalah charger. Of course, handphone tanpa charger bagaikan fotosintesis tanpa sinar matahari. Walaupun batrei masih full, charger tetap harus dibawa. Sebab kalau hp sampai mati di jalan, wah, sama saja gak bawa hp. Lantas, mengapa harddisk external dibawa-bawa? Itu karena saya persiapan aja alias waspada takut tiba-tiba harus mengerjakan sesuatu pas sedang tidak di rumah atau di kantor. So, harddisk selalu dibawa.

4. Kosmetik

cuma itu yang dimaksud kosmetik? πŸ˜€

Haha, jangan bayangkan saya sebagai orang yang suka bermake-up tebal. Saya jauh dari seperti itu. Saya hanya memakai krim siang penahan sinar UV, cushion, dan lipstik. Saya memang membawa kosmetik ke mana-mana, tapi itu hanya lipstik, cushion, krim siang, dan parfum. Tak seperti teman-teman saya yang memiliki berbagai warna lipstik dan dibawa ke mana-mana, saya hanya punya satu, yang baru akan beli lagi kalau sudah habis, hehe. Tentang ini sudah saya jelaskan di https://riririnpurwanti.wordpress.com/2018/11/25/5-fakta-soal-diri-sendiri/  

5. Hand Sanitizer

bukan iklan loh ya …

Yups, ini juga adalah benda yang penting banget saya bawa. Kenapa? Sebab entah mengapa saya selalu merasa banyak debu yang menempel di tangan apalagi jika habis menyentuh suatu benda rasanya debu yang ada dalam benda itu menempel ke tangan saya, atau ketika terlalu lama di luar ruangan rasanya seluruh debu di muka bumi ini pindah ke tangan saya. πŸ˜€ So, saya membawa cairan pencuci tangan ke mana-mana untuk menjaga tangan saya tetap bersih.

Diposkan pada BPN30dayChallenge2018

5 Fakta Soal Diri Sendiri

Debu di seberang lautan kelihatan, gajah di pelupuk mata tidak terlihat. Agak sulit memang kalau harus membicarakan diri sendiri, yang mudah itu membicarakan orang lain, mereview orang lain, 😁

Tapi, karena ada tantangan untuk menuliskan lima fakta tentang diri sendiri, maka mulailah saya bercermin, melihat kembali kepada diri, merenungi diri, mencoba mengenali diri sendiri kiranya fakta apa yang bisa saya bagikan di sini.

1. Cheese Lover
Ya, saya adalah penggemar keju. Apapun yang mengandung keju, saya suka. Roti bakar ataupun pancake yang di atasnya ditaburi keju sebanyak-banyaknya, salad buah with cheese, singkong keju, pisang keju, stick mozarella, dll yang pake susu, keju, atau mozarella. Ga heran kalau badan saya sulit kurus. πŸ˜‚

2. Green Lover
Saya adalah pecinta warna hijau. Semua barang saya usahakan berwarna hijau. Saya hanya membeli tupperware kalau berwarna hijau. Buku anak-anak di sekolah saya suruh sampul dengan warna hijau. Kalau sedang jalan-jalan di mall melihat ada baju warna hijau, semua grade warna hijau ya, 98% akan saya beli.
Awal mula saya menyukai warna hijau sebenarnya dimulai saat SMA. Waktu itu saya mengikuti ekskul pecinta alam yang mengharuskan semua barang yang dipakai dan dibawa berwarna hijau. Buku harus hijau, pulpen harus hijau, sikat dan pasta gigi harus hijau, udah jelas kaos seragam dan celana yang diseragamkan hijau. Katanya biar selaras dengan alam. Dari situ saya menjadi terbiasa menghijaukan semua barang. Rasanya saya menjadi tergila-gila dengan warna hijau meskipun saya mengakui bahwa warna lain juga bagus. Saya mengakui warna magenta bagus, biru juga bagus, bahkan pink juga bagus, tapi kalau di antara pilihan warna pada barang itu ada yang hijau, rasanya seperti mengkhianati diri sendiri kalau tidak membeli yang warna hijau. Akhirnya, sampai sekarang saya bahkan membeli sampo dan sabun bukan karena kandungan di dalamnya yang katanya akan melembutkan atau membuat jadi bagus, tapi karena kemasannya berwarna hijau. 😬

3. Suka mendaki gunung

Ya, saya suka mendaki gunung bahkan sampai sekarang masih aktif mendaki kalau sedang libur kerja, meskipun ya, sekarang kondisi fisik saya tentu sudah tak sekuat dulu, zaman SMA, di mana tak seorang pun menganggap saya perempuan. πŸ˜…

Namun faktanya saya masih kuat sampai puncak Merapi, Merbabu, Slamet, Sumbing, bahkan Rinjani dengan kondisi tubuh yang jarang olahraga ini dengan bantuan kesabaran dan kesetiakawanan teman-teman mendaki saya.

Fakta lain dalam hal pendakian adalah bahwa saya tidak mau mendaki gunung yang sama dua kali. Bukannya tidak ingin sih, tapi karena saya harus hemat tenaga, waktu, juga uang. Terutama tenaga sih kan saya sudah tidak sekuat dulu, jadi daripada tenaganya dipakai untuk mendaki gunung yang sama kan lebih baik dipakai untuk mendaki gunung lain yang belum pernah. Kan kalian juga tahu dong kalau mendaki gunung itu capeknya pake banget. πŸ€“

4. Mengganti sesuatu kalau sudah benar-benar rusak

Ini kebiasaan saya, tidak pernah mengganti sesuatu kecuali kalau sudah benar-benar tidak bisa dipakai lagi. Tapi ini bukan tentang pakaian loh ya. Jadi jangan berpikir kalau saya tidak mengganti baju atau celana dalam kecuali kalau sudah rusak πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚. Ini tentang barang-barang seperti kendaraan, ponsel, ataupun laptop. Tidak peduli hp saya ketinggalan zaman, misalnya, orang lain sudah android terbaru saya masih di oreo misalnya, saya tidak akan mengganti hp saya ke keluaran terbaru kecuali hp saya sudah tidak kuat untuk hidup lagi. 😁 Itu juga berlaku untuk hal-hal yang lain. Sekali lagi kecuali pakaian dan celana dalam. πŸ˜‚

5. Pernah bertunangan dan putus beberapa bulan sebelum menikah

Wah, saya gak tahu ni apakah fakta ini layak untuk diceritakan di sini atau tidak. Tapi itulah faktanya. Hanya sebuah masa lalu yang mewarnai hidup ini. Pacaran tujuh tahun, bertunangan, eh putus beberapa bulan sebelum pernikahan. Dari sana saya benar-benar mengerti arti kalimat : manusia hanya bisa berencana, selanjutnya Tuhanlah yang menentukan. Padahal sebelumnya saya sudah merasa yakin sekali bahwa jodoh saya pasti dia, tidak mungkin bukan dia, tapi ya itulah, sekali lagi manusia ternyata memang hanya bisa berencana dan menerka-nerka.