Diposkan pada Uncategorized

Kenangan Masa Kecil

Pada masa prasekolah, alias sebelum saya masuk sekolah dasar (karena saya tidak bersekolah PAUD maupun TK), saya memiliki tiga orang teman sepermainan. Satu perempuan dan dua laki-laki. Yang perempuan bernama Ana, dia teman sejak orok karena saya dan dia memang bersepupu. Rumah orang tua kami juga bersebelahan. Sementara yang dua laki-laki adalah anak tetangga rumah depan belakang bernama Deni yang biasa kami panggil Apeh dan satu lagi Aris. Di kemudian hari, saya, Ana, dan Apeh menjadi teman satu kelas di SD, sedangkan Aris pindah rumah mengikuti orang tuanya ke Kota Banjar sehingga karena itu pada masa remaja dan dewasa kami menjadi asing meski Aris kerap datang ke rumah neneknya yang dekat rumah kami.
Yang paling saya ingat adalah saat Apeh disunat dan kami tetap mengajaknya bermain seperti biasa. Kami bermain petak umpet dengan Apeh yang memakai topi pada bagian “itu”-nya ๐Ÿ˜‚ serta memakai sarung.

Pada masa-masa itu aku dan Ana memiliki teman khayalan yaitu Kiki dan Nonoh. Teman khayalan di sini maksudnya adalah teman yang berasal dari imajinasi kami berdua. Setiap hari saat kami bermain berdua, kami selalu bermain seolah-olah kami bermain berempat, dalam imajinasi kami, kami tidak bermain berdua saja melainkan ada dua teman lain lagi yaitu Kiki dan Nonoh.

Saya masih ingat kami sering bermain portal-portalan dengan pohon waregu (apa ya namanya pohon waregu dalam bahasa Indonesia๐Ÿค”๐Ÿ˜) pokoknya pohon yang batangnya lurus dan lentur sehingga kami bisa menariknya ke bawah untuk menghalangi jalan seperti sebuah portal masuk. Pohon itu tumbuh di depan rumah nenek kami. Siapapun yang lewat di depan rumah nenek kami akan kami halangi jalannya dengan portal itu dan baru bisa lewat kalau sudah membayar dengan uang dari daun ๐Ÿ˜‚. Tentu saja Kiki dan Nonoh juga ikut bermain di sana.

Pada masa itu saya dan Ana juga sangat takut dengan seorang anak laki-laki nakal yang suka mengganggu kami bernama Aay. Di kemudian hari Aay juga menjadi teman satu kelas kami di SD.

Di sekolah dasar, teman sekelas saya ada 22 orang dengan sembilan perempuan dan sisanya laki-laki. Pada saat masih kelas 1,2,3 semuanya baik-baik saja. Konflik yang terjadi hanya seputar menulis aksara tegak bersambung, hapalan perkalian, dan pemeriksaan kuku yang panjang atau hitam.

Di kelas 4 mulai ada konflik yang terjadi. Ternyata yang namanya bullying itu sudah ada sejak zaman saya pun, hanya namanya yang baru dikenal akhir-akhir ini. Dulu ada seorang teman sekelas saya bernama Kokon Koniah yang selalu dibully secara verbal bahkan selalu dipukuli oleh anak-anak laki-laki. Setiap anak laki-laki di kelas akan menyumbang satu atau dua pukulan kepadanya sembari memberikan cercaan seperti bau, jelek, kotor, tolol, atau kata-kata kasar dan menghina lainnya.

Waktu itu saya merasa tidak tahan melihat semua itu. Sebagai sesama anak perempuan saya merasa kasihan kepada Kokon juga merasa kesal kepada anak-anak laki-laki. Saya dan beberapa anak perempuan lain mencoba membela Kokon. Setiap ada satu anak laki-laki yang memukul Kokon, maka saya akan membalas memukul anak laki-laki itu. Akibatnya, saya dan semua anak perempuan lain akhirnya dimusuhi oleh anak-anak laki-laki di kelas. Setiap hari mereka jadi rutin memukul anak perempuan lain bukan hanya Kokon. Jadinya saya berkelahi setiap hari dengan mereka.

Saya ingat, pernah suatu ketika di kelas 4, keadaan sedang damai saat kami membuka-buka buku sejarah. Dalam buku sejarah kelas 4 SD itu di antaranya ada dua gambar pahlawan, yakni Ki Hajar Dewantara dan KH. Mas Mansur. Anak-anak laki-laki berpendapat bahwa KH. Mas Mansur adalah Ki Hajar Mas Mansur sama seperti Ki Hajar Dewantara. Sementara menurut saya, KH pada KH Mas Mansur bukan singkatan dari Ki Hajar Mas Mansur melainkan Kiai Haji Mas Mansur. Terjadilah perdebatan sengit mengenai itu yang kemudian menjadi perkelahian. Jadi ya begitu hal-hal sepele bisa jadi permusuhan yang berujung perkelahian. Bahkan pernah saya dimusuhi dan harus berkelahi dengan mereka hanya karena saya mendapat dispensasi tidak masuk kelas waktu saya mengikuti lomba mata pelajaran juga lomba LT III Pramuka. Waktu itu saya memang seringkali ditunjuk guru untuk mengikuti berbagai lomba sehingga kerap tidak masuk kelas karena dispensasi, lucunya, teman-teman laki-laki itu merasa kesal karena saya bisa tidak ikut belajar sementara mereka harus tetap terkurung di kelas untuk belajar.

Pernah suatu kali di kelas 5, saya berkelahi dengan seorang teman bernama Iwan yang biasa dipanggil Bemo. Saya ingat waktu saya udah kepepet menabrak meja guru sampai memecahkan vas bunga. Untuk mempertahankan diri, saya cakar saja si bemo itu dan tangan saya masuk ke dalam saku depan bajunya, lalu saya tarik tangan saya sehingga menyebabkan baju si bemo robek sampai semua kancing bajunya berhamburan. Untungnya orang tua si bemo tidak meminta ganti rugi.

Pada masa kegentingan itu, yang bahkan sempat membuat saya ingin pindah sekolah, saya memiliki seorang pahlawan berkuda putih yang selalu membela saya saat saya harus berkelahi dengan teman-teman laki-laki itu. Dia adalah anak kelas 1 SMP yang berasal dari Bandung dan tinggal di pesantren tempat saya belajar mengaji. Setiap kali ada teman laki-laki yang mengganggu saya, dia pasti akan turun tangan membela saya bahkan dia berani berkelahi melawan delapan orang sekaligus dan untungnya selalu menang. Sejak itu saya sungguh menganggapnya pahlawan nasional dalam hidup saya. Mungkin juga itu adalah pertama kalinya saya merasa dicintai tapi saya terlalu kecil untuk mengerti bahwa itu adalah cinta. Namanya Sahrul Fatoni. Saya biasa memanggilnya Toni. Tidak apa-apa saya sebutkan namanya toh kemungkinan besar dia tidak akan membaca tulisan ini. ๐Ÿ˜ Toni selalu hadir membela saya, berkelahi untuk saya, sehingga saya mengurungkan keinginan pindah sekolah. Saya pikir tidak apa-apa kalaupun seluruh dunia memusuhi saya selagi saya memiliki Toni yang akan selalu membela (mungkin pikiran ini terlalu dewasa untuk anak kelas 5 SD ๐Ÿ˜). Kadang saya kasihan lihat Toni berkelahi habis-habisan melawan geng teman laki-laki SDย  saya hanya karena seorang dari mereka melemparkan sandal saya ke atas genting. Dia juga akan bersusah payah naik genting untuk mengambilnya. Sekali lagi, untungnya, Toni pandai berkelahi sehingga selalu menang berapa banyak pun lawannya.

Iklan
Diposkan pada BPN30dayChallenge2018, Uncategorized, Writting Challenge

5 Tips Hidup Sehat

5 TIPS HIDUP SEHAT

Setiap orang tentu mendambakan hidup sehat. Memangnya siapa yang ingin sakit? Tidak mungkin ada. Kesehatan adalah rezeki tersendiri, anugerah yang kadang dilupakan orang sebagai rezeki. Kebanyakan orang beranggapan bahwa rezeki itu melulu tentang uang, harta kekayaan, atau makanan, padahal kesehatan juga adalah rezeki yang tak ternilai harganya. Sebab kalaupun punya banyak harta, mampu membeli makanan enak, jika tubuhnya sakit, maka tak akan bisa menikmati semua harta kekayaan itu. Harta pun akan habis untuk membeli sehat. Nah, maka dari itu kita sangat perlu menjaga kesehatan agar tubuh kita terjaga dari penyakit. Untuk menjaga kesehatan itu kita bisa melakukannya dengan cara-cara sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Minum air putih

Minum air putih adalah hal yang sangat penting untuk tubuh terutama untuk kesehatan ginjal. Konon katanya tubuh kita memerlukan asupan air putih atau air mineral yang cukup banyak. Pagi hari saat bangun tidur sebaiknya kita minum air putih hangat. Apalagi setelah makan, sebaiknya tidak minum apapun selain air putih atau air mineral. Untuk hal ini saya sudah membiasakan diri mau makan di manapun, di restoran atau di foodcourt manapun (kecuali di PH sih) ๐Ÿ˜, saya selalu memesan air mineral untuk minumannya.

Tidur yang cukup

Maafkan acting tidur gue yang keliatan palsu, haha

Begadang jangan begadang, kalau tiada artinya,, begitu kata Bang Haji Roma. Memang benar kata bang haji sebaiknya kita tidak boleh begadang sebab tubuh membutuhkan istirahat yang cukup. Menurut pakar kesehatan setidaknya kita harus tidur minimal 8 jam per hari. Apalagi katanya bagian tubuh memiliki jam istirahat tersendiri yang pada jam tersebut kita harus istirahat. Misalnya untuk kesehatan jantung pada pukul 11 malam kita harus sudah tidur. Lagipula tidur yang cukup pada malam hari akan membuat kita fresh dan bugar pada siang hari.

Sarapan

Nah, salah satu hal yang sangat penting menurut saya adalah sarapan. Kalau saya sendiri sih badan akan jadi lemas, loyo, dan pusing jika beraktivitas tanpa sarapan. Menurut sebuah studi, kadar kolesterol jahat (LDL) pada wanita sehat yang tidak sarapan cenderung lebih tinggi dibandingkan mereka yang sarapan. Mereka yang membiasakan diri untuk sarapan juga cenderung mengonsumsi lebih sedikit kalori dibandingkan mereka yang melewatkan sarapan. Dengan demikian, sarapan membantu melindungi tubuh dari penyakit. Kebiasaan sarapan pagi juga bisa membuat kalian lebih fokus dan produktif dalam mengerjakan pekerjaan di kantor ataupun sekolah karena perut sudah diisi. Jika kalian tidak sarapan pagi, kemungkinan daya pikir kalian bisa menurun. Selain itu, katanya sarapan pagi juga dapat membantu menurunkan berat badan loh. Penelitian menunjukkan bahwa sarapan pagi dengan menu yang sehat dapat membantu menurunkan berat badan. Dengan sarapan, kalian tidak akan terlalu lapar pada siang hari, sehingga keinginan untuk mengonsumsi makanan berlebihan pada saat makan siang dapat terhindarkan. Ketika kalian melewatkan sarapan pagi, maka akan lebih mudah untuk tergoda mengonsumsi makanan lain yang tinggi kalori namun tidak mengenyangkan. Tidak sarapan membuat kebutuhan harian tubuh akan vitamin dan nutrisi sulit untuk terpenuhi. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang sarapan lebih mungkin untuk memenuhi kebutuhan gizinya secara menyeluruh, baik itu asupan serat, kalsium, vitamin A, B, C dan vitamin lainnya yang dibutuhkan tubuh. So, kalian yang tidak suka sarapan. mulai sekarang sarapanlah!

Kurangi konsumsi gula, Perbanyak makan buah-buahan

Perbanyak makan buah-buahan guys

Eating an apple a day keeps the doctor away

Mengurangi konsumsi terhadap makanan dan minuman yang mengandung gula atau glukosa akan membantumu untuk hidup sehat. Secara, glukosa menyebabkan berbagai masalah pada tubuh seperti diabetes. Kalau saya sendiri sih, mengurangi gula dengan cara berhenti meminum minuman bersoda, pokoknya say no to soda, juga membiasakan meminum air mineral walaupun makan di resto atau di foodcourt, tidak membeli minuman yang mengandung kadar gula tinggi. Kalau makanan sih saya sendiri masih sulit untuk mengurangi konsumsi nasi apalagi menggantinya dengan yang lain. Untuk meminimalisasi konsumsi gula, biasakan juga makan buah-buahan. Gantilah kue-kue manis atau gorengan atau makanan yang terbuat dari tepung terigu dengan buah-buahan. Kalau saya sendiri sih merutinkan diri mengonsumsi buah plum.

Travelling alias rutinkan piknik

Ini saya sedang nongkrong di Puncak Gunung Merapi

Nah, ini sangat penting kawan, demi kesehatan pikiran dan perasaan agar tidak stres. Apalagi jika kalian adalah orang yang kelelahan berperang dengan aktivitas pekerjaan setiap hari. Stres adalah tanda-tanda kelelahan. Maka sangat penting untuk selalu menyempatkan pergi berlibur agar merefresh otak yang selalu bergumul dengan drama pekerjaan apapun setiap hari.
Menurut sebuah studi dari Universitas Negeri New York di Oswego, setelah mengamati 12.000 pria ditemukan bahwa pria yang pergi berlibur bisa mengurangi risiko mengalami kematian dengan segera sebesar 20%. Hal yang sama juga didapatkan dari sebuah artikel New York Times, kalian bisa meningkatkan 21% tingkat kematian dengan cepat ketika kalian nggak mengambil liburan setiap tahun.
Menurut para peneliti dari  Amerika dan Perancis, liburan bisa meningkatkan kemampuan dalam memecahkan masalah, meningkatkan kesadaran akan koneksi yang terputus serta mendorong orang untuk mencoba sesuatu yang baru. Dengan begitu, liburan juga berarti bisa membuat kalian lebih kreatif. Makanya, ini udah Desember, ayo berlibur kawan!